Patung Dewa Brahma Setinggi 31 Meter Muncul di Selat Karangasem

Selat, LenteraEsai.id – Setelah patung yang melambangkan Dewa Wisnu dan Dewa Siwa berdiri di beberapa daerah lain di Pulau Dewata, kini giliran patung Dewa Brahma perlahan muncul di wilayah Bali bagian timur.

Patung setinggi 31 meter dengan garis tengah 9 meter yang pembangunannya dirintis sejak 2019 lalu, kini mulai menampakkan diri di kawasan objek wisata Air Terjun Jaga Satru di Dusun Pateh, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.

Bacaan Lainnya

Bisa dibilang, patung yang didirikan di kawasan destinasi wisata itu  merupakan patung Dewa Brahma terbesar di Bali. Dari atas permukaan tanah, bangunan memiliki tinggi yang mencapai 31 meter, termasuk bagian pondasi, sementara wujud patungnya sendiri setinggi 13.5 meter dengan lebar 9 meter.

Para wisatawan yang datang berkunjung ke objek wisata tersebut, tak heran jika sudah dapat menyaksikan kemegahan patung begitu tiba di areal parkir Air Terjun Jaga Satru.

Layaknya kebanyakan patung yang sengaja didirikan di objek-objek wisata seperti patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Jimbaran, Kabupaten Badung, dan patung Dewa Siwa di Pura Malen, Kabupaten Tabanan, maka keberadaan patung Dewa Brahma antara lain juga dimaksudkan sebagai pelengkap dari suatu destinasi wisata.

“Kabupaten Karangasem juga tidak mau ketinggalan untuk mendirikan patung pelengkap Tri Murti yang berukuran cukup besar di Bali. Setelah patung Dewa Wisnu dan Siwa berdiri besar dan megah, kini giliran patung Dewa Brahma hadir di Karangasem,” kata Perbekel Desa Duda Timur I Gede Pawana kepada pers di Selat, Karangasem, Jumat (15/7).

Ia menyebutkan, pihaknya mendirikan patung Dewa Brahma sebagai pelengkap objek wisata. “Kita lihat di beberapa tempat wisata lain ada patung Dewa Wisnu dan Dewa Siwa, kenapa tidak kita bangun patung Dewa Brahma di destinasi wisata kita, agar seimbang,” ujar Pawana, menjelaskan.

Setelah kini muncul patung Dewa Brahma, maka wujud Tri Murti (Brahma,Wisnu, Siwa) dalam bentuk patung berukuran cukup raksasa, sekarang menjadi lengkap hadir di Pulau Dewata.

Sejak patung Dewa Brahma masih dalam proses untuk bisa tegak berdiri, lanjut Pawana, sudah mulai tampak adanya penambahan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Air Terjun Jaga Satru. Mereka yang datang tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga dari beberapa daerah lain bahkan mancanegara.

“Jadi wisatawan asing juga sudah mulai melirik Air Terjun Jaga Satru sebagai salah satu tujuan wisata,” ucap Pawana sembari menjelaskan, tahun 2019 pendirian patung masih berproses, dan waktu itu belum pandemi, sudah ada 20 sampai 25 tamu asing per harinya yang datang berkunjung.

Namun, pria yang juga selaku Ketua Pasebaya Agung itu mengungkapkan, tak lama setelah dijamah wisatawan asing, kunjungan ke Jaga Satru perlahan meredup sehubungan dengan mewabahkan Covid-19 di pengawal tahun 2020. “Sekarang, setelah pandemi mulai mereda, Astungkara sudah mulai lagi ada wisatawan asing yang berkunjung ke Jaga Satru,” ujarnya.

Sekedar informasi, objek wisata Air Terjun Jaga Satru merupakan salah satu destinasi wisata berkonsep spiritual, karena wisatawan juga dapat melaksanakan ‘Penglukatan’ di tempat tersebut. Tersedia khusus tempat ‘Penglukatan’ yang sudah didesain sedemikian rupa, sehingga indah dan nyaman untuk pengunjung yang ingin berwisata sekaligus ‘membersihkan’ diri secara sekala dan niskala. (LE-Ami)

Pos terkait