Denpasar, LenteraEsai.id – Bertempat di Gedung Pascasarjana Unud Kampus Sudirman Denpasar, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Rektor Universitas Udayana dengan Bupati Kepulauan Aru terkait dengan implementasi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, pada Jumat (8/7).
Penandatanganan MoU ini merupakan perpanjangan dari MoU sebelumnya yang salah satu fokusnya dalam bidang kesehatan.
Turut hadir dalam acara penandatanganan ini Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi, Wakil Dekan I dan III Fakultas Kedokteran beserta dengan UPIKS. Sementara dari Pemkab Kepulauan Aru turut hadir Kepala Dinas Pendidikan beserta jajaran, dan Direktur RSUD Cenderawasih Dobo.
Rektor Unud Prof Dr Ir I Nyoman Gde Antara MEng IPU dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini Unud berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) dan segera menuju PTN Badan Hukum (BH). Rektor juga menginformasikan sekilas tentang Universitas Udayana.
Rektor mengapresiasi perpanjangan kerja sama dengan Pemkab Kepulauan Aru, dan berharap apa yang menjadi komitmen dari penandatanganan kerja sama ini bisa segera diimplementasikan dalam bentuk kegiatan teknis yang akan ditindaklanjuti oleh Fakultas Kedokteran Unud.
Sebagaimana diketahui bahwa layanan kesehatan di Indonesia wilayah timur masih perlu ditingkatkan, sehingga Fakultas Kedokteran didorong untuk membantu Pemkab Aru dalam bidang layanan kesehatan. “Mudah-mudahan kerja sama ini dapat diimplementasikan dan ada peningkatan dari derajat kesehatan masyarakat di Kepulauan Aru,” ungkap Prof Antara.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa salah satu hal yang dimungkinkan adalah melalui pengiriman residen spesialis dari FK Unud untuk ikut membantu, mengingat FK Unud memiliki Program Spesialis. “Apabila sudah selesai masa studi, spesialis ini juga nanti bisa langsung direkrut untuk bertugas di sana atau ada putra daerah yang ingin melanjutkan studi spesialis di Universitas Udayana,” ungkap Rektor Unud seraya berharap suatu saat nanti dapat berkunjung langsung Kepulauan Aru.
Sementara Bupati Kepulauan Aru dr Johan Gonga menyampaikan ini merupakan kelanjutan MoU pertama, di mana sebelumnya telah ada putra daerah yang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas MIPA, dan Fakultas Kedokteran di Unud.
Pihaknya berterima kasih atas dukungan kerja sama dari Unud. Kepulauan Aru termasuk daerah 3T dan termasuk daerah yang paling timur. Memiliki 117 desa dan hanya ada 1 RS rujukan.
“Kita punya beberapa spesialis yang dibiayai pemerintah daerah, akan tetapi masih mengalami kekurangan. Untuk itu diharapkan dukungan dari Unud dalam penanganan kesehatan di Kepulauan Aru, terutama dalam bidang anestesi, obgyn dan bedah. Ke depan diharapkan kerja sama ini akan berjalan lebih baik lagi,” ungkap dr Johan. (LE-DP)
Sumber: www.unud.ac.id







