Amlapura, LenteraEsai.id – Program ‘Atma Kerthi’ yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Karangasem mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Sampai-sampai pemerintah daerah kini kehabisan anggaran untuk dapat memberikan santunan kepada warga yang berhak menerima.
“Anggaran kita awalnya Rp600.000.000, itu sudah habis di bulan April 2022 kemarin,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Karangasem, I Made Kusuma Negara, ketika dikonfirmasi di Amlapura, Jumat (1/7).
Padahal, lanjut Kadis Kusuma Negara, program tersebut baru dijalankan pemerintah daerah pada bulan Januari 2022 lalu. Selanjutnya, ahli waris yang belum mendapat pencairan dana ‘Atma Kerthi’ ini akan masuk ke dalam daftar tunggu. Pihak Disdukcapil akan mengajukan dana tersebut di APBD Perubahan 2022.
“Kami akan ajukan pada APBD Perubahan 2022 nanti, baru bisa dibayarkan ke ahli waris yang ada dalam list kami,” ujarnya. Sementara berdasarkan catatan, ahli waris yang masuk dalam daftar tunggu pencairan penghargaan ‘Atma Kerthi’ per akhir bulan Juni 2022, terhitung sebanyak 245 orang.
Sebagai informasi, ‘Atma Kerthi’ merupakan program di mana masyarakat yang mau mengurus akta kematian sanak keluarganya akan mendapat penghargaan (dalam hal ini berbentuk santunan) masing-masing sebesar Rp1.000.000. Program ini akan memudahkan Disdukcapil dalam pencatatan kependudukannya. “Antusiasme yang tinggi dan tertib masyarakat mencari akta kematian ini secara otomatis mendukung menuju pencatatan data menjadi lebih valid,” ucap Kusuma Negara.
Sementara Bupati Karangasem Gede Dana beberapa waktu lalu mengharapkan agar program ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang tengah dirundung duka. “Setidaknya uangnya dapat digunakan untuk meringankan biaya upacara kematian,” kata Bupati Gede Dana saat awal launching program tersebut.
Program yang kemudian disambut gembira dan antusiasme yang tinggi dari warga masyarakat tersebut, dalam waktu yang belum tergolong lama telah ‘menguras’ dana sebanyak Rp600 juta sehubungan cukup banyaknya angka kematian penduduk Kabupaten Karangasem dalam beberapa bulan belakangan ini. (LE-Ami)







