Badung, LenteraEsai.id – Menyambut perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana (Fapet Unud) melaksanakan tradisi ‘mepatung’ di areal Kampus Fapet Unud Bukit Jimbaran, Badung pada Minggu (5/6).
‘Mepatung’ merupakan tradisi yang kerap dilaksanakan masyarakat di Bali menjelang Galungan dan Kuningan. Masyarakat biasanya membentuk kelompok, lalu urunan atau iuran untuk membeli babi dan dagingnya kemudian dibagikan merata ke angggota kelompok.
Selain untuk melestarikan tradisi, menurut Dekan Fapet Unud Dr Ir I Nyoman Tirta Ariana MS IPU, ‘mepatung’ daging babi ini juga menangkal isu African Swine Fever (ASF). Di mana belakangan ini harga babi anjlok akibat banyaknya babi mati mendadak yang merugikan para peternak babi.
“Kegiatan ‘mepatung’ kita laksanakan untuk membangkitkan rasa kebersamaan antara para dosen dan pegawai di lingkungan Fapet Unud. Karena hakikat mepatung adalah kebersamaan dan gotong-royong, yang memang telah dilaksanakan sejak dahulu,” ungkap Dr Tirta.
Walaupun masih dalam suasana pandemi Covid-19, Fapet Unud tetap dapat melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Dalam kegiatan ‘mepatung’ ini Fapet Unud memotong tiga ekor babi yang siap untuk dibagikan.
Turut mendampingi Dekan Fakultas Peternakan Universitas Udayana pagi itu, tampak hadir pula para dosen dan pegawai di lingkungan Fakultas Peternakan Universitas Udayana. (LE-BD)
Sumber: www.unud.ac.id







