Buleleng, LenteraEsai.id – Pascalibur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa melakukan pemantauan secara langsung kei dua dinas yang melakukan pelayanan publik, Senin (95).
Pemantauan dilakukan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng yang melayani administrasi kependudukan, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng yang melayani pengujian kendaraan bermotor.
Ditemui usai melakukan pemantauan, Sekda Suyasa menjelaskan, pihaknya mencoba memantau pada hari pertama kerja setelah libur dan cuti bersama lebaran. Ini dilakukan guna mengetahui tingkat kedisiplinan dan kehadiran para pegawai di hari pertama kerja tersebut, baik itu pegawai negeri sipil (PNS) maupun tenaga lainnya.
Pemantauan hari itu difokuskan pada dinas atau kantor yang secara langsung melayani kepentingan publik, seperti pada Kantor Disdukcapil dan Dishub Buleleng.
“Karena dalam waktu sepuluh hari tidak melakukan pelayanan kepada publik akibat libur dan cuti bersama, apakah di hari pertama ini para pegawai dapat melakukan tugasnya dengan baik, disiplin atau tidak,” katanya.
Dari dua dinas yang dipantau, Disdukcapil yang melakukan pelayanan administrasi kependudukan sudah menjalankan tugas pelayanan dengan cukup baik. Dari kehadiran pegawai tercatat lebih dari 95 persen. Namun, ada dua atau tiga orang yang masih terlambat datang ke kantor.
Kemudian pemantauan dilanjutkan ke Dishub. Dinas ini melakukan pelayanan pengujian kendaraan bermotor yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kehadiran pegawai di kantor ini hampir 100 persen. “Ada dua orang yang berhalangan karena sakit dan lainnya di Dishub. Jadi, saya pikir, disiplin ASN di Kabupaten Buleleng untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sudah cukup bangus,” ucap Sekda Suyasa.
Disinggung mengenai wacana Work From Home (WFH) pascamudik selama 10 hari, Sekda Suyasa mengatakan masih menunggu surat resminya. Dengan adanya surat resmi, akan diketahui apakah akan diberlakukan WFH atau tidak. Namun, dua dinas di Buleleng yang melakukan pelayanan publik ini secara umum sudah cukup bagus. Hampir seluruh pegawai bisa hadir di kantor.
“Mungkin wacana ini juga jadi pertimbangan di daerah-daerah yang memiliki tingkat kesulitan transportasi yang dilalui untuk bisa ke kantornya masing-masing tepat waktu. Di Buleleng saya lihat, dua dinas pelayanan publik tidak bermasalah dari segi itu,” katanya. (LE-BL1)







