Amlapura, LenteraEsai.id – Para perajin benang tukelan yang ada di Dusun Beluhu Kangin, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem sepertinya dalam waktu dekat akan menggunakan peralatan modern.
Kepala Bidang Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, I Komang Cenik di Amlapura, (29/3/2022) mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membantu para perajin benang tukelan yang ada di wilayah Dusun Beluhu yang tergabung dalam Kelompok Loka Amertha dengan peralatan yang lebih medern.
“Hal tersebut kami lakukan supaya para perajin lebih praktis dan efesien dalam pembuatan benang tukelan, sehingga hasilnya juga lebih bagus dan tentu lebih cepat dari sebelumnya saat masih menggunakan peralatan tradisional,” kata Komang Cenik.
Peralatan modern yang dimaksud adalah alat untuk pengupas biji kapas dan juga alat pengintal yang dipesan langsung dari Balitas (Balai Penelitian Tanaman Serat dan Pemanis) yang ada di Malang, Jawa Timur dengan harga satu alatnya kurang lebih Rp32,5 juta.
Selain bantuan peralatan yang lebih modern, para perajin benang tukelan yang tergabung dalam Kelompok Loka Amertha juga akan dibantu bibit kapas yang unggul, karena kelompok tersebut juga menanam kapas sendiri walaupun dengan jumlah yang tidak banyak karena terkendala lahan.
“Nanti kami juga akan bantu mereka bibit kapas, agar kapas yang dihasilkan juga bagus. Selain itu kami juga sosialisasikan cara menanam dan merawat tanaman kapas yang baik dan benar, karena di wilayah ini cara tanamnya masih tidak beraturan, langsung ditabur di atas tanah,” kata Komang Cenik.
Sementara itu, Ketua Kelompok Loka Amertha I Nengah Semada mengaku sangat bersyukur dengan akan adanya bantuan alat pengupas biji kapas dan juga pengintal dari Dinas Pertanian, karena selama jadi perajin benang tukelan di kelompoknya dan juga yang lain, masih menggunakan alat tradisional.
“Saya sudah puluhan tahun menjadi perajin benang tukelan, hingga kini masih menggunakan alat tradisional. Sekarang rencananya akan ada bantuan peralatan yang lebih modern, tentu saya dan juga anggota kelompok yang lain sangat bersyukur,” kata Nengah Semada dengan mimik wajah berseri-seri. (LE-Jun)







