Buleleng, LenteraEsai.id – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Bali menggelar vaksinasi booster Covid-19 secara massal di Kabupaten Buleleng pada Rabu (16/3).
Dalam kegiatan ini, Kwarda Bali menggelar vaksinasi di dua tempat, yakni di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja dan di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Vaksinasi ini dilakukan untuk ikut membantu menyukseskan capaian vaksinasi Booster. Kwarda Bali menyiapkan sebanyak 1.000 dosis vaksin Covid-19. Jadi masing-masing tempat vaksinasi disiapkan 500 dosis.
Vaksinasi kali ini menyasar masyarakat umum yang siap menerima vaksinasi dosisi tiga atau Booster. Vaksinasi ini juga menerima masyarakst yang belum vaksin pertama dan kedua. Untuk menarik minat masyarakat untuk mengikuti vaksin, Kwarda Bali telah menyiapkan 1.000 paket beras masing-masing seberat 4 kg yang akan diberikan untuk masyarakat yang datang mengikuti vaksin.
Ketua Kwarda Pramuka Provinsi Bali Made Rentin mengatakan, vaksinasi tersebut adalah upaya mempercepat dan meningkatkan cakupan vaksinasi booster Covid-19 di Kabupaten Buleleng. Dirinya tidak memungkiri bahwa target vaksinasi di Buleleng sangat banyak, sehingga capaiannya masih rendah. Selain itu dirinya mengakui bahwa faktor geografis juga mempengaruhi rendahnya capaian vaksinasi di Buleleng.
“Yang paling menghambat capaian vaksinasi di Buleleng juga karena awalnya Satgas Covid-19 Nasional telah menentukan jeda untuk penerima vaksin booster adalah 6 bulan setelah menerima vaksin dosis kedua,” ujarnya.
Namun dirinya juga bersyukur, karena target vaksinasi 30 persen yang diberikan oleh Satgas Covid Nasional kepada Provinsi Bali untuk dapat menerima pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) tanpa karantina sudah mencapai target.
“Astungkara tanggal 11 Maret kemarin Bali sudah mencapai 33,5 persen vaksinasi, angka ini sudah melampaui target 30 persen vaksinasi yang diberikan. Ini sebuah pembuktian bahwa di Bali semua bersatu untuk mempercepat capaian vaksinasi,” ucapnya.
Terkait pemberian bingkisan beras untuk masyarakat yang mengikuti vaksinasi, dirinya mengatakan, ini merupakan perhatian dari berbagai pihak untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat.
“Ini akan terus berlanjut, namun kami minta kepada masyarakat agar mengikuti vaksin bukan karena insentif yang disediakan, namun lebih kepada manfaat vaksin yang diterima,” tegasnya.
Sementara itu, Sekda Buleleng yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, capaian vaksinasi di Buleleng pertanggal 16 Maret 2022 telah mencapai 21,88 persen.
“Kita sudah berada di angka 117 ribu masyarakat yang divaksin. Jadi kita kurang lagi 50 ribu. Kalau kita lihat dari rata-rata 3 hari terakhir sebanyak 10 ribu orang yang vaksin, mungkin dalam 5 hari ke depan kita sudah bisa penuhi target 30 persen tersebut,” ujarnya.
Sekda Suyasa menuturkan, Gubernur Bali telah memerintahkan agar vaksinasi tetap dilaksanakan walaupun sudah mencapai target.
“Pak Gubernur mengingatkan kami agar vaksinasi di kabupaten tidak boleh berhenti, karena masih banyak vaksin yang tersedia yang akan kadaluwarsa pada bulan Juli. Jadi kita tidak boleh turun animo agar tidak ada vaksin yang terbuang,” katanya.
Masih kata Sekda Suyasa, Kwarda Pramuka Bali terus akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk membantu percepatan vaksinasi di Kabupaten Buleleng.
“Besok kami juga bekerja sama dengan Polres Buleleng untuk membantu penyelenggaraan vaksinasi yang digelar di Undiksha, dan saya juga akan mengusahakan CSR untuk dapat menyediakan beras seperti hari ini,” katanya, menjelaskan. (LE-Bul1)







