judul gambar
AdvertorialHeadlinesKlungkung

Gubernur Koster Tegaskan: Jangan Main-main Dengan Proyek PKB

Klungkung, LenteraEsai.id – Gubernur Bali Wayan Koster melaksanakan musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) yang berlangsung di Balai Budaya Ida I Dewa Istri Kanya, Kabupaten Klungkung pada Senin (Soma Wage, Dukut) 14 Maret 2022.

Musyawarah tersebut tampak dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Kejati Bali Ade Tajudin Sutiawarman, Kepala Kanwil BPN Bali Ketut Mangku, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom dan Direktur BPD Bali I Nyoman Sudharma.

Selain itu hadir pula warga masyarakat pemilik lahan yang akan dimanfaatkan untuk areal PKB di lima desa eks galian C, yakni Tangkas, Jumpai, Gunaksa, Gelgel, dan Desa Sampalan Klod, Kecamatn Dawan, Kabupaten Klungkung.

Gubernur Bali dalam sambutannya menjelaskan, pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali sudah berlangsung sejak tahun 2020 yang diawali dengan pembebasan lahan di eks galian C, dimana proses pembebasan lahannya sudah selesai dan berjalan lancar. Untuk pembangunan fisiknya akan dimulai pada tahun 2023.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga yang memiliki lahan di eks galian C, sehingga semua berjalan lancar dan saat ini sedang dimulai pematangan lahan di eks galian tersebut. Kita berharap pematangan lahan ini selesai bulan Juli 2022,” ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng itu.

Dalam pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali juga akan dilakukan pembangunan alur sungai buatan di Tukad Unda yang dananya bersumber dari APBN Kementerian PUPR RI dan akan selesai tahun 2022 itu. “Sungai buatan Unda ini juga akan dikembangkan dan ditata sebagai kawasan yang menarik, yang tidak saja akan mengalirkan air, namun juga menjadi objek wisata air yang diharapkan penataannya selesai pada akhir tahun 2023. Sumber adanya dari APBN Kementerian PUPR RI,” ucapnya.

Selain itu juga akan dibangun kembali Pelabuhan Gunaksa yang sempat mangkrak di era pemerintahan sebelumnya, dengan memanfaatkan APBN Kementerian Perhubungan RI tahun 2023.

“Untuk pembangunan kembali Pelabuhan Gunaksa yang mangkrak, sudah mendapatkan dukungan dari Kementerian Perhubungan RI. Diizinkan untuk dilanjutkan kembali setelah saya melakukan komunikasi secara intensif dengan Menhub RI, Bapak Budi Karya Sumadi, dengan memanfaatkan sumber dana dari APBN Kementerian Perhubungan RI, agar Pelabuhan Gunaksa bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat,” kata Gubernur Koster, disambut tepuk tangan peserta pertemuan

Gubernur dengan tegas menyatakan selama proses Pengadaan Tanah Kawasan Pusat Kebudayaan Bali jangan ada yang aneh-aneh dan memboba main-main. “Para calo maupun para pemain yang ada, jangan coba-coba merusak suasana yang ada di sini. Kalau ada yang macam-macam, saya bersama aparat penegak hukum akan melakukan tindakan tegas. Oleh karena itu, saya tidak akan memberi ruang sedikitpun kepada pemain-pemain yang mencoba ‘nakal’ di sini,” ujarnya, tegas.

Terwujudnya Kawasan Pusat Kebudayaan Bali akan menjadi kawasan termegah tidak saja di Bali tapi di Indonesia, karena memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, sekaligus juga akan menjadi bagian untuk menyeimbangkan pemerataan pembangunan antara Bali utara, selatan, timur, barat dan Bali bagian tengah. “Jadi ini adalah agenda besar, jangan agenda besar ini dipermainkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Siapa yang punya niat jahat di sini, alam akan melibas. Saya ingin pembangunan Kawasan PKB dikerjakan dengan niat fokus, tulus, dan lurus,” sebut Gubernur jebolan ITB Badung itu.

Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali dalam pidatonya menyatakan, Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang sedang dibangunnya ingin didedikasikannya kepada generasi di masa yang akan datang sebagai salah salah satu warisan monumental nan abadi, menjadi tonggak sejarah Bali Era Baru dan kemajuan kebudayaan di Bali, seperti halnya dulu dalam sejarah, jejak keemasan peradaban Kebudayaan Bali pernah dicapai pada Era Kerajaan Gelgel, di Kabupaten Klungkung di bawah pemerintahan Raja Dalem Baturenggong Wijaya Kresna Kepakisan, pada abad ke-16.

Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali akan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar (Desa Tangkas, Desa Jumpai, Desa Gunaksa, Desa Gelgel, dan Desa Sampalan Klod, red). Di mana anak-anak lulusan SMA/SMK, dan perguruan tinggi di desa ini akan diberdayakan, dan pelaku UMKM akan disiapkan fasilitas UMKM secara gratis. “Kawasan ini saya inginkan juga menjadi milik masyarakat dan menjadi sumber penghidupan, sehingga akan tercipta rasa tanggung jawab untuk mendukung keberadaan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali,” ungkapnya.

Mantan anggota DPR-R I 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyampaikan akan memfasilitasi pembangunan Bale Subak di Desa Tangkas dan di Desa Sampalan Klod, termasuk pembangunan rehab Bale Banjar Adat Dukuh, Desa Adat Gelgel. Hal ini dilakukannya sesuai aspirasi yang disampaikan oleh para tokoh masyarakat, Bendesa Adat dan Kelian Subak setempat.

Fasilitas berikutnya yang akan diberikan Gubernur Wayan Koster, ialah hibah berupa tanah milik Pemerintah Provinsi Bali yang ada di Desa Adat Jumpai, Desa Adat Tangkas, Desa Adat Sampalan Klod, Desa Adat Gelgel, dan Desa Adat Gunaksa untuk kepentingan pemajuan desa adat. Secara rinci tanah Pemerintah Provinsi Bali yang akan dihibahkan ke lima desa adat, di antaranya: 1) desa adat di Jumpai sejumlah 2 bidang dengan luas tanah 0,46 Ha yang memiliki nilai Rp 61 juta lebih; 2) desa adat di Tangkas sejumlah 3 bidang dengan luas tanah 0,3055 Ha yang memiliki nilai Rp 64 juta lebih; 3) desa adat di Sampalan Klod sejumlah 11 bidang dengan luas tanah 2,072 Ha yang memiliki nilai Rp 549 juta lebih; 4) desa adat di Gelgel sejumlah 29 bidang dengan luas tanah 4,916 Ha yang memiliki nilai Rp 1,6 miliar lebih; dan 5) desa adat di Gunaksa sejumlah 21 bidang dengan luas tanah 9,840 Ha yang memiliki nilai Rp 2,6 miliar lebih. “Kalau ditotal ada 66 bidang tanah Pemerintah Provinsi Bali dengan luas 17,598 Ha yang nilainya mencapai Rp 4,9 miliar lebih,” kata Gubernur Koster, disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Kepala Kanwil BPN Bali Ketut Mangku melaporkan, musyawarah ini dihadiri sebanyak 249 orang, yang adalah pemilik 288 bidang tanah. Ia mengharapkan musyawarah ini memperoleh kesepakatan bentuk dan besaran ganti kerugian atas lahan milik mereka.

Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menyampaikan, Polda Bali mendukung penuh pembangunan Pusat Kebudayaan Bali, sehingga upaya ini telah dilakukan dengan proses dan sesuai Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, dengan harapan proses musyawarah ini dapat memenuhi berbagai asas kemanfaatan bagi kepentingan masyarakat. “Karena itu saya berharap kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh oknum-oknum yang cenderung mencari keuntungan pribadinya,” ujar Kapolda Bali.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Ade Tajudin Sutiawarman menegaskan, pihaknya sejak awal proses pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali telah ikut serta melakukan pendampingan hukum maupun pengawalan, sehingga pembangunan ini telah berjalan dan berproses. “Kejaksaan Agung RI telah memperintahkan Kejaksaan Tinggi untuk melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap semua kegiatan yang dikategorikan pembangunan nasional dan pembangunan daerah,” katanya.

Kajati berharap dalam musyawarah ini dapat diambil kesepakatan bersama tentang ganti rugi lahan, sesuai dengan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum dan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. (LE-KL1)

Lenteraesai.id