Setahun Kepemimpinan Dana-Dipa, Gerak Pembangunan Tetap Berjalan di Tengah Pandemi

Amlapura, LenteraEsai.id – ‘Satwa’ maya-maya yang menamakan diri Virus Corona telah sejak dua tahun silam mengkoyak jagat, tidak terkecuali belahan timur Bumi Dewata yang kerap disebut Gumi Lahar.

Virus yang berawal dari negeri Wuhan, China itu tidak hanya telah melumpuhkan perekonomian, tetapi juga tatanan sosial, pendidikan dan sektor lain di masyarakat, tidak terkecuali di Kabupaten Karangasem.

Bacaan Lainnya

Menyikapi itu, Bupati Karangasem Gede Dana tidak tinggal diam berpangku tangan. Terbukti sejumlah inovasi dan gerak pembangunan dilakukan pria yang dikenal begitu sederhana dan bersahaja itu.

Sektor ekonomi, pendidikan dan utamanya terkait kesehatan, terus dibangun dan dikembangkan sesuai dengan visi-misi dan program pembangunan ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pakerthi Nadhi’ yang dicanangkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, Gede Dana- Wayan Artha Dipa (Dana-Dipa), kendati dengan keterbatasan anggaran akibat dampak pandemi.

Sejak dilantik pada Februari 2021 lalu, atau setahun kepemimpinan Dana- Dipa, selain terlihat fokus melakukan pembenahan di tataran birokrasi termasuk penyederhanaan birokrasi yang bertujuan memudahkan masyarakat Karangasem untuk mendapatkan layanan pemerintah, juga berusaha bergerak cepat di tengah keterbatasan anggaran untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Alhasil, dalam setahun kepemimpinannya, beberapa jembatan penghubung yang menjadi akses perekonomian dan pendidikan masyarakat, tuntas dibangun.

Beberapa di antaranya yakni Jembatan Tukad Bah Api, Desa Butus, Kecamatan Bebandem, dan Jembatan Asak-Subagan, Kecamatan Karangasem. Di bidang pendidikan, Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang itu juga berhasil membangun beberapa sekolah, di antaranya SMA Negeri 1 Abang, dan SMP 6 Abang.

“Dengan adanya dua sekolah itu, anak-anak yang tinggal di pegunungan tidak perlu jauh-jauh lagi pergi bersekolah, karena sudah ada sekolah yang dekat dengan tempat tinggal mereka,” kata Bupati Gede Dana di Amlapura, Jumat (25/2/2022).

Bupati Gede Dana menyampaikan, hingga kini IPM Karangasem masih rendah, sehingga untuk dunia pendidikan masih perlu terus diperjuangkan. Ia berkali-kali mengatakan, di masa kepemimpinannya berkeinginan keras untuk dapat mewujudkan perguruan tinggi di wilayahnya.

Keseriusan Bupati Dana itu dibuktikan dengan telah dilakukannya penandatanganan kesepakatan bersama dengan Politeknik Negeri Bali (PNB), tentang Peningkatan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Karangasem. Nota Kesepahaman (MoU) tentang itu ditandatangani oleh Bupati I Gede Dana dan Direktur PNB I Nyoman Abdi pada acara Workshop Pemetaan Potensi Bisnis Politeknik Negeri Bali, di Hotel IBIS Style Benoa pada Selasa (22/2/2022) lalu.

“Semoga MoU yang telah ditandatangani ini dapat segera merealisasikan untuk menjawab mimpi masyarakat Karangasem memiliki perguruan tinggi sendiri,” ujarnya, penuh semangat.

Selain mendekatkan akses pendidikan, tentu hal ini akan sangat berpengaruh terhadap meningkatnya kualitas pendidikan di Karangasem di tengah menurunnya perekonomian global. “Saya tidak ingin hanya karena terkendala banyaknya biaya kuliah di luar daerah, membuat masyarakat enggan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” ucapnya.

Disampaikan Bupati Dana, setiap tahunnya, Kabupaten Karangasem memiliki angkatan yang menamatkan siswa SMA kira-kira 5.000 orang lebih. Siswa yang tamat ini butuh tempat belajar yang nyaman seperti politeknik negeri.

Menurut Bupati Dana, tamatan atau lulusan politeknik negeri pada umumnya sudah siap kerja. Langkah ini sejalan dengan program prioritas di bidang pendidikan yang masuk dalam visi misi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, melalui pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru.

Ditanya terkait lokasi, Bupati Dana menyebutkan, pemkab telah menyiapkan 2 lokasi untuk PNB di Karangasem. Di antaranya, di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Jasri seluas 1 hektare lebih, dan di BLK Dinas Tenaga Kerja Kelurahan Subagan seluas 2 hektare.

Mengenai peningkatan ruas jalan juga terus dilaksanakan di hampir seluruh kecamatan di Karangasem, dengan menyasar akses jalan yang kondisinya memprihatinkan, utamanya di wilayah Kecamatan Bebandem, Abang dan Kubu. “Itu kita laksanakan secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Akses jalan yang memadai dan aman itu penting dalam rangka memperlancar akses perekonomian masyarakat. Karena usulan paling banyak dari masayrakat itu adalah perbaikan ruas jalan,” sebutnya.

Adapun ruas jalan yang sudah dikerkalan selama 2021 sepanjang 36,082 kilometer, dan akan terus dilanjutkan pada tahun 2022 ini kurang lebih sepanjang 52,305 kilometer.

Di bidang kesehatan, pembangunan dan rehab gedung Pusat Layanan Kesehan Masyarakat dan optimalisasi layanan kesehatan kepada masyarakat Karangasem menjadi prioritas. Satu Puskesmas di antaranya yang sudah diresmikan oleh Gede Dana, yakni Puskesmas Abang 1 yang merupakan Puskesmas Rawat Inap dengan layanan kegawatdaruratan 24 jam.

Masih hubungannya dengan masalah kesehatan, inovasi Bupati Gede Dana yang paling diminati dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah dioperasikannya layanan mobil Antar Jemput Pasien (AJP). Tingginya permintaan layanan dari masyarakat tersebut, direspon cepat pemerintah dengan melengkapi Rayon AJP di seluruh kecamatan di Kabupaten Karangasem dengan armada memadai berikut petugas yang disiagakan. Untuk satu rayon, permintaan layanan AJP setiap harinya rata-rata 18-20 permintaan layanan.

Dari pengecekan yang dilakukannya tersebut, dalam sehari saat permintaan layanan dari masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk antar jemput bagi keluarga mereka yang sakit, dalam seharinya bisa mencapai 18 hingga 20 kali permintaan layanan.

“Pernah dalam suatu hari permintaan layanan sampai lebih dari 20 kali. Ini menunjukan bahwa program layanan kesehatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Gede Dana. Kalau ditotal seluruh rayon, dalam sehari bisa lebih dari 80 permintaan layanan AJP yang diberikan petugas di lapangan untuk masyarakat.

Dari awal launching Program AJP dengan jumlah armada sebanyak 25 unit dan petugas 103 orang sudah melayani antar jemput pasien sebanyak 7.533 orang, sementara warga yang meninggal dunia yang sudah diantar sebanyak 289 jenazah.

Untuk layanan Atma Kerthi adalah salah satu inovasi lainnya setahun kepemimpinan Gede Dana yang paling ditunggu oleh masyarakat dan saat ini tengah gencar disosialisasikan, yakni pemberian penghargaan atas pengurusan pencatatan kematian. Itu diberikan kepada masyarakat yang mengurus akta kematian kerabat atau keluarganya di Disdukcapil, kurang dari 30 hari kalender sejak tanggal kematian. Uang penghargaan diberikan kepada ahli waris sebesar Rp 1 juta.

Inovasi ini dilaksanakan untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan, mengingat perlunya partisipasi masyarakat dalam melaporkan peristiwa penting kependudukan yang dialami. Syaratnya keluarga ahli waris mengajukan surat permohonan penghargaan bermaterai Rp 10.000, Fotokopi Nomor Rekening Bank, Surat Pernyataan sebagai Ahli Waris bermaterai Rp 10.000 yang diketahui oleh Perbekel/Lurah serta Fotokopi Kutipan Akta Kematian.

“Akta kematian itu sangat penting untuk mencegah agar data almarhum tidak disalahgunakan,” katanya.

Selain itu manfaat akta kematian untuk memastikan keakuratan data penduduk, mengurus penetapan ahli waris, mengurus klaim asuransi dan persyaratan untuk melakukan perkawinan kembali bagi suami/istri almarhum. Pemberian penghargaan ini mulai dilaksanakan pada tahun anggaran 2022 dengan alokasi anggaran Rp 600 juta.

Masih di Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil, Bupati Gede Dana juga meluncurkan layanan Jana Kerthi, yang merupakan Pelayanan Administrasi Kependudukan Tuntas di Desa, di mana masyarakat mengajukan permohonan penerbitan Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian dan KK hanya cukup sampai di desa kemudian Petugas Admin di desa mengirim persyaratan yang sudah lengkap dalam bentuk PDF ke WA online Capil (081 246 635 659).

Berkas yang dikirim oleh desa diverifikasi oleh operator dan apabila persyaratan telah lengkap maka akan dikirim kembali PDF tersebut ke E-mail desa dan sudah langsung bisa dicetak di desa. Penyerahan Akta Perkawinan, KTP dan KK dilaksanakan di tempat acara Pernikahan (Persyaratan diurus 2 hari menjelang hari H).

Layanan Beladana (Bayi Lahir Dapatkan Akta Kelahiran) adalah Pelayanan Penerbitan Akta Kelahiran di Rumah Sakit bekerja sama dengan RSUD Karangasem, RS Balimed dan Klinik Penta Medika, di mana bayi yang baru lahir di rumah sakit akan langsung mendapatkan Akta Kelahiran dan KK
Persyaratan penerbitan Akta Kelahiran diserahkan ke Admin Petugas RS selanjutnya dikirim ke e-mail Capil (pelayanan.dukcapilkarangasem@gmail.com). Apabila persyaratan sudah lengkap dikirim kembali ke e-mail RS, Akta Kelahiran sudah bisa langsung dicetak di masing-masing rumah sakit.

Untuk inovasi Si Dana (Siap Datang Melayani Anda) adalah Pelayanan Perekaman KTP-el dan cetak langsung bagi lansia, disabilitas dan ODGJ ke rumah-rumah di mana Data Penduduk tersebut yang belum memiliki KTP-el dikirim oleh desa kemudian Disdukcapil menindaklanjuti dengan menjadwalkan Perekaman KTP-el dan cetak KTP di tempat perekaman. Inovasi lainnya yakni Prakerti Yowana, yang merupakan Pelayanan Perekaman KTP elektronik bagi siswa. Layanan Bismadana (Bahagiakan Masyarakat Dengan Pelayanan Administrasi Kependudukan ke Desa).

“Untuk inovasi Jana Kerthi Pelayanan Tuntas di Desa, masih ada beberapa desa yang belum melaksanakan inovasi ini, dikarenakan mungkin terkendala jaringan WiFi yang tidak bagus/blank spot. Diharapkan di tahun 2022 ini semua desa dapat melaksanakan Pelayanan Tuntas di desa karena sangat membantu masyarakat dalam mendekatkan pelayanan kepada mereka,” bebernya.

Sedangkan mengenai realisasi PAD secara keseluruhan tahun 2021 sebesar Rp 252.77 miliar atau sebesar 114.96 persen dari target Rp219.88 miliar. Secara rinci realisasi pajak daerah sebesar Rp 85.66 miliar dari target Rp77.09 miliar atau sebesar 33.8 persen. Retribusi daerah realiasasinya Rp 9.18 miliar dari target Rp 9.40 miliar atau sebesar 3.7 persen. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, realisasinya sebesar Rp 10.7 miliar dari target Rp 11.01 miliar atau sebesar 4.3 persen.

“Upaya optimalisasi pajak daerah kita lakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak,” ujarnya.

Intensifikasi dengan cara pengoptimalan pengawasan pajak daerah khususnya pajak MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan) atau Galian C dengan monitoring pajak MBLB pada pos pengawasan BPKAD.

Ekstensifikasi pajak di antaranya melalui pengoptimalan pendataan wajib pajak baru. Optimalisasi pajak MBLB telah dilakukan pada Karangasem Era Baru dengan capaian realisasi pajak MBLB Tahun 2021 sebesar Rp 51,90 miliar (111%) dari target yang ditetapkan Rp 46,50 miliar. Peningkatan signifikan pun diraih pajak MBLB mengingat realisasi pajak MBLB Tahun 2021 51,90 miliar ini mengalami peningkatan Rp 30,15 miliar (138%) daripada realisasi pajak MBLB Tahun 2020 sebesar Rp 21,75 miliar. Pengoptimalan pajak MBLB terus dilakukan mengingat kondisi saat ini hanya pajak MBLB yang memungkinkan dioptimalkan dengan potensi pajak yang sangat besar serta target pajak tahun 2022 sejumlah Rp 75,6 miliar

“Untuk pajak MBLB saat ini pemungutan pajak sudah digitalisasi dilakukan menggunakan faktur MBLB Barcode dan QR Code untuk meminimalkan kebocoran,” katanya.

Selain digitalisasi faktur pajak, pihaknya juga akan segera menerapkan Toll Gate MBLB di tahun 2022 ini. (LE-KR1)

Pos terkait