Buleleng, LenteraEsai.id – Desa-desa di wilayah Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng dikenal kaya dengan berbagai macam potensi, mulai dari potensi pertanian dan kelautan hingga kegiatan sosial dan budaya masyarakatnya yang secara tidak langsungg bersentuhan dengan UMKM.
Berkaitan dengan itu, Camat Tejakula I Gede Suyasa tengah menyiapkan program unggulan untuk mengembangkan dan meningkatkan sederet potensi dimaksud.
Ditemui usai menghadiri Pelatihan Pengelolaan Keuangan Digital di Hotel Holiway Garden Resort and Spa, di Desa Sambirentang, Kamis, (24/2), Gede Suyasa mengatakan, pihaknya secara perlahan pada tahun 2021 menyusun program Gerakan Bangun Potensi Usaha Rakyat (Gerbang Pura) untuk memfasilitasi dan mengakomodir pelaku UMKM di Kecamatan Tejakula.
Namun demikian, lanjut Suyasa, di wilayahnya kini masih ditemukan adanya tiga persoalan yang menjadikan kendala dalam upaya perkembangan UMKM. Pertama, kesamaan visi dari semua desa dalam hal optimalisasi potensi desa. Kedua, belum ada sinergi dan kolaborasi, dan yang ketiga belum terbangunnya sistem integrasi dan tata kelola potensi yang ada. “Persoalan ini yang akan kami tuntaskan,” ujar Camat Suyasa, menekankan.
Terkait itu, kata dia, pihaknya telah memasang target sasaran untuk mengembangkan dan meningkatkan UMKM di Tejakula. Melalui Gerbang Pura, nantinya setiap desa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ‘one village one product’, yang artinya dalam satu desa memiliki satu produk unggulan dan berkomitmen mendukung program itu melalui inovasi.
Kelanjutan dari komitmen ‘one village one product’ dari UMKM itu juga nantinya akan disiapkan untuk dapat mewujudkan ‘one village one destination’. “Jadi UMKM tidak hanya berbasis pada produksi barang atau jasa, tetapi kami coba persiapkan ke arah yang kaitannya dengan sektor pariwisata,” ucapnya.
Dikatakan, siapa tahu pariwisata nantinya kembali pulih karena pandemi membaik, sehingga UMKM bisa dikemas sebagai suatu pola daya tarik bagi wisatawan yang datang berkunjung ke daerah-daerah yang terkait dengan UMKM.
Sebagai gambaran jelasnya, Camat Suyasa menerangkan, misalnya pelaku UMKM kain tenun nantinya tidak hanya fokus kepada penjualan produk saja, namun lebih kepada penyajian proses pembuatan tenun hingga menjadi kain kepada wisatawan. Berdasarkan pantaunnya, sebanyak 20 pelaku UMKM sudah dipersiapkan dalam rangka menunjang program ‘one village one product’ yang nantinya juga untuk mewujudkan ‘one village one destination’.
Disinggung mengenai antusiasme pelaku UMKM Tejakula dalam mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan digital, Camat Suyasa mengaku bangga karena cukup banyak warga masyarakat yang berpartisipasi.
“Kita harapkan para peserta setelah mengikuti pelatihan bisa mengakselerasi, bisa mengakomodasi, termasuk juga nanti bisa mengaplikasikan apa yang telah mereka dapatkan. Terlebih pelatihan ini membantu mereka dalam hal pemasaran, karena banyak disebutkan bahwa pelaku UMKM kita terkendala pada soal pemasaran,” ujarnya, menjelaskan. (LE-DIS1))







