Karangasem, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Karangasem melaksanakan gerakan pengurangan timbunan sampah plastik dengan mengambil lokasi di kawasan Wisata Budaya Bali Amed dan Wisata Desa Tabola, Kabupaten Karangasem, Sabtu (6/11/2021).
Kegiatan yang dimaksukan untuk mendukung rogram Desa Kerthi Bali Sejahtera (KBS) itu dipimpin langsung oleh Bupati Karangasem I Gede Dana.
Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Pergub Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Terhadap Danau, Mata Air, Sungai dan Laut.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Dana mengatakan bahwa program Desa KBS ini tidak hanya bertujuan untuk melakukan bersih-bersih sampah saja tapi juga untuk membangun desa dan adat dengan cara gotong royong.
“Program dari Gubernur Bali ini memiliki tujuan yang sangat bagus karena bisa memperkuat agama, tradisi budaya dan juga ingin mewujudkan Bali supaya bersih dari sampah plastik,” ujar Bupati Dana.
Bupati Dana mengatakan, selain melakukan bersih-bersih sampah plastik di darat, kegiatan Desa KBS yang berlangsung di Pantai Amed, Desa Purwa Kerthi, Kecamatan Abang kali ini juga melakukan pembersihan sampah hingga ke dasar laut dengan melibatkan para penyelam yang sudah profesional.
“Kegiatan bersih sampah plastik ini tidak akan sempurna kalau hanya dilaksanakan di darat, karenanya dasar laut juga harus dibersihkan. Saya sangat berterima kasih kepada para penyelam atas semangat dan kinerjanya dalam membersihkan sampah di dasar laut,” ucapnya.
Bupati Dana menambahkan, program Desa KBS untuk di Kabupaten Karangasem akan dilaksanakan setiap 2 minggu sekali dengan lokasi yang berbeda-beda. Pelaksanaan program ini menurunkan seluruh komponen masyarakat, termasuk kalangan pelajar, mahasiswa hingga TNI dan Polri.
“Ini adalah momentum yang sangat bagus untuk membangkitkan semangat Bali dalam membersihkan sampah plastik, dan untuk di Kabupaten Karangasem akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap 2 minggu sekali dengan lokasi yang berbeda-beda,” kata Bupati Dana, menandaskan. (LE-Jun)







