judul gambar
AdvertorialDenpasarHeadlines

Gubernur Bali Ajak Pasemetonan Arya Wang Bang Pinatih Perkuat Karakter dan Jati Diri Mayarakat Bali

Denpasar, LenteraEsai.id – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi pengurus Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih (PW-AWBP) yang dipimpin IGN Jaya Negara SE, selaku Ketua Umum PW-AWBP Bali/Pusat beserta jajaran pengurus lainnya, di ruang tamu Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Selasa (2/11).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pasemetonan AWBP terhadap program-program pemerintah daerah, khususnya Pemprov Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang memprioritaskan pembangunan alam Bali dan isinya, yakni masyarakat Bali beserta kebudayaannya.

Lebih jauh, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan arahan terkait kebudayaan, di mana setiap komponen baik organisasi, kelompok maupun perorangan memiliki kewajiban untuk menjaga budaya yang sudah diwariskan secara turun temurun. Karena berkat budaya dan kearifan lokal inilah Bali menjadi terkenal dan dilirik sebagai salah satu destinasi wisata dunia terbaik oleh para pelancong mancanegara.

“Kebudayaan Bali menjadi karakter yang terus hidup dalam keseharian masyarakat Bali dan menjadikan Bali terkenal. Karena budaya Bali memiliki kekayaan dan keunikan tersendiri yang tidak dimiliki budaya daerah lain. Oleh karena itu harus kita jaga bersama-sama,” ujar Gubernur Bali di hadapan para tamunya, sembari menyampaikan pembangunan ekonomi Bali harus berimbang dengan pembangunan dan pelestarian kebudayaan. Jika kebudayaan Bali terpelihara dengan baik, maka perkembangan ekonomi pun dengan sendirinya akan mengikuti.

Guna terus membangun, memelihara dan melestarikan kebudayaan Bali, selaku pemimpin, Gubernur Bali Wayan Koster pun telah menerbitkan berbagai kebijakan yang bersifat fundamental dan dapat mendukung alam, manusia serta kebudayaan Bali. Seperti Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali, Pergub Nomor 79 tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali secara serentak di seluruh Bali, dan sebagainya.

Selanjutnya Gubernur Wayan Koster mengharapkan pasemetonan-pasemetonan yang ada di Bali bisa menjadi benteng awal untuk menyaring berbagai kebudayaan yang datang dari luar, sehingga bisa memperkuat karakter, identitas dan jati diri sebagai masyarakat Bali.

“Di Bali banyak terdapat pasemetonan, ini bagus, di samping bisa untuk mempererat ikatan pasemetonan juga untuk memperkuat keberadaan Bali. Pasemetonan bisa memberikan pemahaman dan wawasan kepada warganya dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks ke depan. Sehingga keberadaan masyarakat Bali beserta kebudayaannya tidak tergerus oleh perkembangan,” cetus Gubernur Bali.

“Sebagai orang Bali yang memegang teguh petuah leluhur, kita harus pageh, harus teguh, kata orang-orang tua itu kita meyasa. Sehingga godaan hidup yang datangnya diundang atau tidak diundang, bisa terlewati,” ujar Gubernur Bali, menekankan.

Ketua Umum PW-AWBP Jaya Negara yang juga menjabar Wali Kota Denpasar melaporkan, AWBP telah melaksanakan Mahasabha IV pada tanggal 31 Oktober 2021. Selaku organisasi di bawah binaan Gubernur Bali, wajib menyampaikan hasil-hasil pembahasan yang disepakati sekaligus memperkenalkan kepengurusan PW-AWBP yang baru dikukuhkan.

Mewakili pasemetonan, Jaya Negara menyampaikan dukungan terhadap program-program prioritas yang dilaksanakan Pemprov Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Organisasi pasemetonan AWBP selaku masyarakat umum, wajib mendukung apapun program yang dilaksanakan Pemprov Bali. Di samping juga karena melihat begitu besar komitmen Bapak Gubernur Bali dalam menjaga alam, manusia dan kebudayaan Bali melalui visi misinya, sehingga sudah sepatutnya kita mendukung,” ujarnya.

Tak hanya itu, Jaya Negara juga berkesempatan menyampaikan gebrakan baru dalam organisasi pasemetonan AWBP yakni dengan pembentukan Dewan Pakar atau Sabha Maha Widya, yang di dalamnya terdiri atas para cendekiawan, intelektual, akademisi, birokrat, teknokrat, dan usahawan.

“Semoga lembaga yang baru kita bentuk ini, yang beranggotakan tokoh-tokoh intelektual dari berbagai kalangan, dapat memberikan kontribusi masukan-masukan positif dalam menghadapi berbagai tantangan besar seperti yang disampaikan Bapak Gubernur barusan. Bisa membangun kualitas SDM dan peran serta kita demi paiketan, daerah, bangsa dan negara kita. Intinya kami sesuai slogan pasemetonan Ayu Tunggal Kabeh, ingin membangun kebersamaan di antara pasemetonan kemudian kami teruskan ke masyarakat,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Jaya Negara mewakili pasemetonan AWBP juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Bali yang telah berkenan menerima pengurus AWBP serta memberikan bantuan berupa tanah untuk pembangunan petilasan dan sekretariat di kawasan eks Balitex Denpasar, serta berharap ke depannya mendapatkan bantuan untuk pembangunan wantilan dan penyengkernya. Pada kesempatan tersebut juga dilaporkan progres pembangunan Pura Segara Rupek di Grokgak yang mendapatkan bantuan hibah Pemprov Bali, yang rencananya Jumat (5/11) akan dilaksanakan Upakara Mulang Dasar.  (LE-DP1)

Lenteraesai.id