judul gambar
BangliHeadlines

Ganggu Ketertiban, Seorang Napi Lapas Narkotika Bangli Dipindahkan ke Nusakambangan

Denpasar, LenteraEsai.id – Hendra Kurniawan bin Edi YS, seorang narapidana (napi) yang selama ini menghuni Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bangli, Bali, dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Karanganyar Nusakambangan, Jawa Tengah.

Pemindahan pada Sabtu (9/10) lalu itu dilaksanakan berdasarkan surat permohonan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali Nomor :W20.PK.01.01.02-6773 tanggal 9 Oktober 2021 dan telah disetujui oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI.

Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk di Denpasar, Selasa (12/10) mengatakan, Hendra Kurniawan adalah pelaku kasus narkotika, melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar subsider 6 bulan kurungan sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) No.1865K/PID.SUS/2014, tanggal 3 Juni 2015.

Terpidana tercatat masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan pada 14 Juni 2017, kemudian dipindahkan ke Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli pada 16 Februari 2021, ucapnya. Selama di Bangli, Hendra Kurniawan dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban, sehingga harus dipindahkan.  

Pemindahan napi ke Nusakambangan dilakukan sesuai standar protokol kesehatan dengan pengawalan ketat petugas kepolisian, lapas dan dari Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali.

Kakanwil menyebutkan, Hendra Kurniawan merupakan napi yang masuk ke dalam kategori ‘High Risk’, sehingga perlu dilakukan penanganan secara khusus. Untuk itu, ia harus dipindahkan ke Nusakambangan.

Tiba di Lapas Karanganyar Nusakambangan pada Minggu, 10 Oktober 2021 pukul 17.15 WIB, terpidana langsung dilaksanakan penggeledahan badan dan pemeriksaan berkas perkara yang bersangkutan.

Setiap pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh warga binaan pemasyarakatan, termasuk Hendra Kurniawan yang dikenal sebagai bandar besar narkoba, akan kami jatuhi tindakan tegas,” kata Jamaruli.

Tindakan tegas itu antara lain berupa pemindahan yang bersangkutan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan. Tindakan tegas juga akan diberikan kepada setiap petugas yang mencoba bekerja sama dengan warga binaan pemasyarakatan untuk mengedarkan narkoba sesuai dengan hukum yang berlaku, ucap Jamaruli, menandaskan. (LE-BL) 

Lenteraesai.id