Amlapura, LenteraEsai.id – I Kadek Sepi (13), bocah SD yang berasal dari Dusun Babakan, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, yang kuburannya dibongkar beberapa hari lalu untuk kepentingan otopsi, sampai sekarang penyebab kematiannya masih belum bisa diketahui secara pasti.
Masalahnya, sampai saat ini jajaran Satreskrim Polres Karangasem masih menunggu hasil otopsi dari pihak RSUP Sanglah Denpasar, setelah tim kedokteran forensik dari rumah sakit itu melakukan otopsi atas jenazah korban beberapa hari lalu.
“Kami sekarang masih menunggu hasil otopsi, sehingga penyebab kematian Kadek Sepi belum bisa diketahui secara pasti, apakah ada unsur penganiayaan atau tidak,” kata Kapolres Karangasem AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna saat ditemui beberapa awak media massa di Amlapura, Jumat (8/10/2021).
Ia menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil otopsi untuk proses penyelidikan lebih lanjut, dan semoga hasilnya cepat keluar hingga secepatnya pula dapat diambil langkah-langkah penanganan yang diperlukan.
“Kami sudah sempat berkoordinasi terkait dengan hasil otopsi, dan memang ada beberapa hal yang disampaikan ke tim penyidik, namun hal itu masih harus terus dikembangkan,” ujar AKBP Ricko Taruna.
Intinya, lanjut Kapolres, pihaknya kini masih harus menunggu hasil otopsi yang secara resmi dikeluarkan oleh pihak RSUP Sanglah Denpasar.
“Jika hasil otopsinya sudah keluar, baru kami bisa mengambil langlah-langkah lebih lanjut. Kalau sekarang belum bisa, karena belum ada keterangan tentang penyebab kematian korban,” ujar AKBP Ricko Taruna, menandaskan.
Seperti telah diberitakan, Kadep Sepi yang telah dimakamkan sejak beberapa hari lalu, pada 5 Oktober 2021 kuburannya dibongkar untuk keperluan otopsi guna memastikan penyebab kematian korban, karena berdasarkan laporan dari salah seorang anggota keluarga korban, disebutkan adanya dugaan Kadek Sepi meninggal dunia karena dianiaya.
Dugaan tersebut dikaitkan dengan ditemukannya luka-luka lebam di beberapa bagian tubuh korban. Temuan itu semakin tampak jelas ketika jenazah korban dimandikan sebelum dilakukan pemakaman di setra adat setempat.
Buntut dari dugaan tersebut, salah seorang anggota keluarga korban menganggap ada yang tidak wajar dengan kematian Kadek Sepi, hingga kemudian dia melapor ke pihak Polres Karangasem, yang kini turun melakukan penyelidikan. (LE-Jun)







