HeadlinesJakarta

Enam Desa yang Sempat Terisolir di Luwu, Kini Sudah Dapat Dijangkau

Luwu, LenteraEsai.id – Enam desa di wilayah Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan yang sempat terisolir akibat banjir bandang dan tanah longsor, kini telah dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Luwu Rahman Mandaria, Rabu (6/10) melaporkan, per Selasa (5/10) malam pukul 21.00 WIB, keenam desa di Kecamatan Walenrang Barat yang sebelumnya sempat terisolir karena akses menuju wilayah itu tertutup material longsor, kini sudah mulai dapat dijangkau, khususnya dengan sepeda motor.

Material longsoran sebagian sudah berhasil disingkirkan dari badan jalan raya, sehingga desa-desa di enam kecamatan tersebut kini sudah dapat dijangkau. Meski demikian, masih ada satu dusun di Desa Sangtandung yang hingga kini masih terisolir, ucapnya.

“Masih terdapat satu dusun terisolir di Desa Sangtandung, Kecamatan Walenrang Utara,” ujar Rahman melalui siaran tertulis kepada media massa.

Selain sulit dilalui, kata Rahman, kondisi akses jalur ke dusun itu berada pada kawasan yang rawan, sehingga dikhawatirkan dapat terjadi bencana longsor susulan.

BPBD Kabupaten Luwu terus mengupayakan agar akses yang tertutup lumpur menuju wilayah yang masih terisolir tersebut dapat segera dibuka kembali dengan bantuan alat berat.

Berdasarkan pendataan lanjutan oleh petugas BPBD bersama tim gabungan, diketahui bahwa banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu telah berdampak pada 12 desa dan satu kelurahan yang berada di lima kecamatan.

Rincian 12 desa dan satu kelurahan yang terdampak, meliputi Kelurahan Bulo di Kecamatan Walenrang, Desa Ilan Batu di Kecamatan Walenrang Barat, Desa Sangtandung dan Desa Bolong di Kecamatan Walenrang Utara, Desa Kendekan, Desa Rante Damai, Desa Taba dan Desa Seba-Seba di Kecamatan Walenrang Timur. Kemudian Desa Seriti, Desa Pelalan, Desa Pompengan dan Desa Pompengan Timur di Kecamatan Lemasi Timur.

Banjir bandang dan tanah longsor tersebut juga telah menyebabkan empat warga meninggal dunia, 169 jiwa mengungsi, 771 KK atau 3.084 jiwa terdampak, 165 KK terisolir dan 20 orang sempat dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif karena mengalami luka-luka.

Di samping itu, ada 771 unit rumah yang terdampak banjir, 5 unit rumah bahkan mengalami rusak berat, 2 unit rumah terancam longsor, 15 hewan ternak hanyut, 1.432 hektar lahan pertanian dan perkebunan terdampak serta 14 titik tanggul dengan total sepanjang 150 meter jebol.

BPBD Kabupaten Luwu hingga saat ini terus melakukan langkah-langkah percepatan penanganan banjir bandang dan tanah longsor melalui berbagai upaya seperti berkoordinasi dengan unsur terkait, mendirikan posko darurat utama dan dapur umum serta mendistribusikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari PhD menambahkan, tim BPBD Kabupaten Luwu kini beralih fokus penanganan ke titik lokasi terisolir, sekaligus menyalurkan bantuan ke wilayah tersebut.

Untuk kondisi mutakhir saat ini, kata Abdul Muhari, banjir telah mulai surut di beberapa titik, namun masih menyisakan lumpur. Jaringan telekomunikasi masih terhambat, terutama di wilayah Kecamatan Walenrang Barat. Sementara di wilayah Desa Ilan Batu di Kecamatan Walenrang Barat dan Desa Sangtandung di Kecamatan Walenrang Utara, kini masih mengalami padam listrik.  (LE-LW)

Lenteraesai.id