Piodalan di Pura Pasar Agung Karangasem ‘Nyejer’ Selama 11 Hari

Karangasem, LenteraEsai.id – Piodalan Purnama Kelima di Pura Pasar Agung yang terletak di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem yang jatuh pada Oktober ini, akan digelar dengan ‘nyejer’ selama 11 hari.

Piodalan Purnama Kelima kali ini akan kami lakukan dengan ‘nyejer’ Ida Bhatara selama 11 hari, mulai dari tanggal 20 hingga 31 Oktober 2021,” kata I Wayan Suara Arsana dari bagian publikasi dan informasi Pura Pasar Agung saat dikonfirmasi, Rabu (6/10/2021).

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, ‘nyejer’ selama 11 hari adalah untuk yang pertama kalinya dilaksanakan di Pura Pasar Agung setelah Gunung Agung erupsi tahun 2017 lalu, yang kemudian disambung dengan munculnya pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

“Sejak gunung yang bagian kawahnya tidak begitu jauh dari lokasi Pura Pasar Agung, terlebih dengan munculnya pandemi yang harus diberengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, praktis odalan hanya dilaksanakan selama satu hari saja,” ujar Suara Arsana.

Terkait dengan pandemi yang hingga kini belum juga sirna di masyarakat, Suara Arsana mengingatkan para pemedek yang akan melakukan persembahyangan ke Pura Pasar Agung, hendaknya selalu mentaati protokol kesehatan dengan ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak saat ‘muspa’, dan lain sebagainya.

“Para pemedek yang datang nantinya kami harapkan untuk selalu mentaati protokol kesehatan dengan ketat. Dan saat melakukan persembahyangan juga akan kami atur agar tidak sampai menimbulkan kerumunan,” ucapnya, menjelaskan.

Suara Arsana menyebutkan, sehubungan dengan akan dilaksanakan piodalan dengan ‘nyejer’ selama 11 hari, pihaknya sudah terlebih dahulu melaksanakan paruman bersama dengan para bendesa adat dan juga perbekel se-Kecamatan Selat beberapa hari yang lalu.

“Dalam paruman tersebut antara lain diputuskan untuk ‘nyejer’ selama 11 hari, mengingat kasus penularan Covid-19 belakangan ini sudah berangsur turun, meski belum sirna total dari masyarakat,” ujar Suara Arsana dengan menambahkan, selain itu, status Gunung Agung kini juga sudah dinyatakan kembali normal atau jauh turun ke Level I.

Untuk rangkaian piodalan di Pura Pasar Agung akan dimulai sejak tanggal 14 Oktober 2021 yang diawali ngerampih pelinggih dan Sanggar Tawang. Selanjutnya tanggal 16 Oktober 2021 munggah sunari, 17 Oktober 2021 nunas tirta, ngias pelinggih, nangiang penjor dan nedunang Ida Bhatara.

Kemudian tanggal 18 Oktober 2021 Ida Bhatara mesucian, 19 Oktober 2021 mepepada wewalungan dan tanggal 20 Oktober 2021 ngaturang pakelem ke puncak Gunung Agung, yang sekaligus merupakan puncak upacara dari piodalan Purnama Kelima di Pura Pasar Agung, ucapnya.

“Setelah itu akan dilanjutkan dengan melaksanakan bhakti penganyar yang akan dilaksanakan oleh masing-masing kabupaten yang ada di Bali sampai dengan tanggal 31 Oktober 2021, di mana akan dilaksanakan upacara penyineban,” kata Suara Arsana, menjelaskan. (LE-Jun) 

Pos terkait