Denpasar, LenteraEsai.id – Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menyambut baik pelaksanaan grand launching program ‘beliBali- warga Jabar beli produk Bali’ yang merupakan kelanjutan dari program ‘borongdonk.id’.
Program ‘borongdonk.id’ yang aktif dan dilaksankan sejak setahun lalu, berawal saat Gubernur Jawa Barat yang akrab dipanggil ‘Kang Emil’ itu melakukan perjalanan ke wilayah Ubud dan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali.
Di Tegalalang, Kang Emil menemukan banyak warga yang berasal dari Tatar Sunda atau Jawa Barat yang bermukin di daerah itu. Khusus di wilayah Kabupaten Gianyar saja, kini terdapat sekitar 500 orang Sunda, dan kurang lebih 1.500 lainnya tersebar di Provinsi Bali.
Saat bertemu salah seorang warga asal Garut, Jawa Barat yang mengaku sedang dalam kesulitan ekonomi di masa pandemi, sebagai kepala daerah Kang Emil mengaku hatinya sangat tersentuh.
“Saya melihat warga saya sedang berada dalam kesulitan di daerah orang, saya tersentuh untuk mencari ide bagaimana cara membantu mereka. Sehingga muncullah keinginan untuk membuat platform E-commerce yang di dalamnya tergabung sejumlah pelaku IKM dan UMKM yang menjual produk Bali oleh orang Sunda,” ungkap Gubernur Ridwan Kamil.
Menanggapi hal tersebut, Wagub Bali Cok Ace merasa bersyukur bahwa solidaritas yang tumbuh dan dikerahkan oleh seorang kepala daerah untuk warganya yang berada di wilayah orang (Bali), tentu akan sangat membantu dan meringankan kondisi masyarakat Bali (dalam hal ini warga Jawa Barat yang tinggal di Bali).
Hal itu tentu menjadi momentum yang sangat baik untuk menumbuhkan rasa persaudaraan antarwilayah dan provinsi, kata Wagub Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati saat grand launching program ‘beliBali’, di Rumah Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (17/9).
Wagub Bali Cok Ace yang didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali menambahkan, dalam menghadapi keterpurukan di masa pandemi, semua pihak dari segala komponen dan lapisan masyarakat, wajib untuk saling membantu. Selain itu, penting bagi sektor lain di luar pariwisata untuk bangkit dan berbenah diri, sehingga mampu berdiri tegak saling menopang, yakni sektor pertanian, sektor IKM dan UMKM.
Keidentikan Provinsi Bali dan Provinsi Jawa Barat, menjadikan dua daerah ini sebagai wilayah yang berkolaborasi untuk merangkul warganya yang sedang membutuhkan bantuan materiil. Dan hingga saat ini sudah bergabung sebanyak 445 pelaku UMKM ke dalam E-commerce yang berasal dari Bali, Sumatera, Jawa dan Lombok.
Untuk mendukung keberadaan dan kreativitas pelaku UMKM yang ada dalam platform E-commerce, Gubernur Jawa Barat mengerahkan staf ASN untuk turut aktif berbelanja membantu mereka yang ada di Bali.
“Sekalipun orang Jawa Barat-nya belum bisa datang langsung ke Bali, namun mereka dapat memiliki barang-barang produksi kerajinan IKM dan UMKM dari Bali melalui transfer uang (berbelanja sistem digital), sehingga akan dapat membantu warga Jabar yang ada di Bali,” ungkap Gubernur Ridwan Kamil.
Di dalam perputaran ekonomi Bali, banyak warga Jawa Barat yang juga ikut menjadi bagian mesin perekonomian, karena Jawa Barat adalah sahabat Bali, dan tidak ada seseorang yang sehat apabila ada orang lain yang masih sakit. Dengan kata lain, solidaritas adalah kunci menghadapi masa sulit di tengah pandemi Covid-19.
“Selain itu juga dengan cara mengurangi kata kompetisi dan memperbanyak kata kolaborasi karena kita adalah NKRI, maka akan terwujud masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” ujarnya, menekankan. (LE-DP1)







