Pecatu, LenteraEsai.id – Pura Goa Selonding diperkirakan mulai eksis sejak kedatangan Danghyang Nirartha ke wilayah Desa Pecatu dalam lawatannya ke daerah selatan, hingga kemudian beliau distanakan dalam sebuah pelinggih yang ada di pura tersebut. Seperti diketahui, kedatangan Danghyang Nirartha dari Tanah Jawi ke Bali disebut Pedanda Sakti Wawu Rauh.
Pura Goa Selonding di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung diperkirakan memiliki kaitan erat dengan Pura Dalem Selonding yang ada di Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.
Dugaan tersebut didasarkan pada struktur bangunan dan pelinggih di Pura Goa Selonding di Desa Pecatu, di mana bangunan pokok yang dianggap sebagai pelinggih utama adalah linggih untuk Ratu Gede Cakra Sari. Nama itu diduga perubahan dari nama Ratu Gede Cakra Kesari yang dapat dihubungkan dengan raja Sri Wira Dalem Kesari.
Jika dugaan itu benar, maka Pura Goa Selonding mempunyai latar belakang sejarah yang sama dengan Pura Dalem Selonding di Besakih yang diperkirakan berasal dari zaman pemerintahan Sri Kesari Warmadewa yang memerintah di Bali sekitar tahun 825 Çaka (903 masehi). Istana atau puri Dalem Kesari Warmadewa di Besakih diberi nama Bumi Kuripan
Keberadaan Pura Goa Selonding yang letaknya di pinggir wilayah laut selatan Pulau Bali, membuatnya sering disebut-sebut memiliki kaitan erat dengan penguasa laut selatan Nyai Roro Kidul.
Ketika dikonfirmasi baru-baru ini, Jro Mangku Nyoman Suprapta selaku Pemangku Dalem Selonding menyebutkan, pemedek selama ini memang sering kali mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Nyai Roro Kidul di Pura Goa Selonding. Petunjuk tersebut tidak hanya diperolehnya melalui mimpi, namun tidak sedikit pemedek yang mendapatkannya melalui pawisik saat tangkil ke Pura Goa Selonding.
“Bahkan sudah tidak terhitung jumlahnya orang yang mendadak kerauhan ketika sedang tangkil di sini, dan mengatakan kalau Nyai Roro Kidul ‘rawuh’ di Pura Goa Selonding,” kata Jro Mangku Suprapta, menjelaskan.
Dari pengakuan pemedek yang kerauhan, disebutkan bahwa Nyai Roro Kidul ‘rawuh’ dan berdiam beberapa saat di dalam goa. “Saking seringnya ada yang kerauhan dan mengatakan beliau datang ke sini, saya sampai tidak ingat dari mana saja asal pemedek-pemedek itu. Yang jelas, yang mengatakan bukan hanya orang pintar saja, melainkan warga kebanyakan juga banyak yang menyatakan kalau Nyai Roro Kidul sedang singgah di Pura Goa Selonding,” ujarnya.
Menyinggung soal kehadiran pemedek di Pura Goa Selonding, Jro Mangku Suprapta menyebutkan, memang tidak secara khusus untuk meditasi dan berniat bertemu dengan Nyai Roro Kidul. Namun kebanyakan dari mereka yang tangkil, adalah untuk nunas tamba karena di dalam goa memang terdapat rembesan air dari langit-langit goa yang tak pernah putus. Baik saat musim kemarau berkepanjangan atau musim hujan, rembesan air itu tak pernah berhenti.
Konon, adanya rembesan air inilah yang membuat Danghyang Nirartha datang ke Goa Selonding, padahal tempatnya sangat terpencil dan terbilang berbahaya karena letaknya di tebing pantai selatan. “Dahulu kalau mau datang ke goa ini harus menyusur tebing berpegangan pada bangsing dan akar-akar pepohonan. Baru pada tahun 2000-an pemerintah membuat tangga menuju goa, sehingga pemedek menjadi lebih aman untuk melangkah menuju goa,” katanya.
Pria yang sudah 20 tahun lebih ngayah di pura tersebut mengungkapkan, rembesan air yang menetes dari langit-langit goa, sejauh ini telah terbukti dapat dipakai menyembuhkan berbagai macam penyakit. “Sudah banyak yang membuktikan, apa saja penyakit yang sedang diderita pemedek atau keluarganya, astungkara dapat disembuhkan. Tentu dengan keyakinan dan permohon yang tulus ke hadapan Ida Bhatara Gede Cakra Sari yang melinggih di pura ini,” kata Jro Mangku Suprapta.
Pemedek yang datang, ujarnya, bukan hanya dari kalangan umat Hindu di Bali saja, melainkan juga dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, turis atau bule juga sering datang ke seni, terutama sebelum Virus Corona melanda dunia.
Bule biasanya datang untuk melakukan meditasi di dalam goa, sementara kalau krama baik umat Hindu maupun dari agama lain, seringnya tangkil untuk nunas tamba. “Mau itu penyakit dalam, kanker, masalah kesehatan kaki, dada, atau ada keluhan organ tubuh yang lain, atau juga ada gangguan sekala niskala, mereka percaya dengan nunas tamba di Goa Selonding akan tersembuhkan. Astungkara sudah banyak yang membuktikan,” ucapnya menandaskan di akhir perbincangan. (LE-BD)







