Singaraja, LenteraEsai.id – Ni Ketut Putrasih, nenek berusia 72 tahun yang dikenal ‘daha tua’ karena tidak menikah, selama ini tinggal seorang diri di rumahnya di Kota Singajara, Kabupaten Buleleng.
Sang nenek yang juga mengalami kelumpuhan, diketahui hanya tinggal di tempat tidur di dalam kamar. Untuk bisa keluar kamar, ia harus dipapah bahkan digotong orang lain.
Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehati-hari, Nenek Putrasih hanya mengandalkan uluran tangan dari keponakan dan cucu yang datang menyampaikan bantuan secara bergiliran. Tak heran, hidupnya pun serba kekurangan.
Di luar dugaan, rumah si Nenek Putrasih pada Minggu (18/7) tiba-tiba didatangi polisi. Meski hanya bisa meronta di atas tempat tidur, Nenek Putrasih terlihat gelisah. Lewat mimik wajahnya tampak kaget dan penuh tanya.
Namun dari debar hati yang tersirat pada paras si Nenek Putrasih, seketika berubah ceria dengan milik wajah berbinar begitu mengetahui polisi yang datang ternyata untuk menyerahkan paket bantuan sembako.
Kedatangan personel Polres Buleleng yang dipimpin Kabag Sumda Kompol I Nyoman Sumarajaya SH didampingi Kabag Ren AKP I Made Derawi SH dan Kasat Pol Air AKP Nyoman Parta SH itu, adalah untuk menyalurkan paket sembako dari Kapolri yang berisi 10 kg beras, mie instan, telur dan minyak goreng.
Dengan dipapah keluar kamar, Nenek Putrasih langsung menerima uluran bantuan dari anggota Polri tersebut dengan tangan gemetaran, namun dari mimik wajahnya tersirat kegembiraan bercampur keharuan.
Tidak hanya kepada seorang nenek, siang itu juga pihak Polres Buleleng mendatangi dan memberikan sembako dari Kapolri kepada masyarakat lain yang sangat membutuhkan di masa pemberlakuan PPKM Darurat kali ini.
Kabag Sumda Kompol I Nyoman Sumarajaya SH mengungkapkan, sebanyak 50 bingkisan sembako untuk 50 orang disalurkan pada hari Minggu (18/7/2021) benderang ini.
Di antaranya 20 bingkisan untuk 50 warga di wilayah dalam Kota Singaraja, sedangkan di masing-masing Polsek yang ada di Buleleng, menyasar 3 orang yang benar-benar tidak mampu dan terdampak Covid-19, ucapnya.
Salah seorang penerima sembako, I Made Sudiawan (47), pria yang kehidupan sehari-harinya ditanggung kakanya setelah mengalami kecelakaan patah tulang punggung pada 2002, hingga tidak bisa lagi berjalan keluar dari rumahnya.
Secara khusus, Sudiawan menyampaikan terima kasih kepada Polri yang telah memberikan sembako di saat yang tepat, karena situasi PPKM Daurat Covid-19 yang sangat menggangu kehidupan sosial maupun perekonomian keluarga yang selama ini membantunya.
Sedangkan penerima sembako yang lain, yang bekerja menjadi tukang parkir, Putu Agus Putra Dhana alias Leong (53), sekarang hidup bersama anak-anaknya karena ditinggal istrinya. Ia menyampaikan, dalam situasi PPKM Darurat Covid-19 penghasilan sehari-hari sudah tidak cukup untuk menghidupi dirinya dan anak-anak.
Adanya uluran sembako kali ini, Leong mengaku sangat terbantu. “Terima kasih kepada Kapolri atas pemberian sembakonya,” ujarnya, lirih.
Lurah Banjar Jawa Putu Wiriasa SPd Ina saat mendampingi salah seorang warganya menerima sembako, menyampaikan bahwa sasaran pemberian sembako kepada warganya benar-benar tepat sasaran dan tepat waktu di saat mereka mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19. (LE-BL)







