judul gambar
DenpasarHeadlines

Tegas!, Salon Kecantikan di Denpasar Ditutup Karena Ciptakan Kerumunan

Denpasar, LenteraEsai.id – Tim Yustisi Kota Denpasar tidak main-main dan bersikap tegas dalam mendisiplinkan warga pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung sejak 3 hingga 20 Juli mendatang.

Terbaru, Tim Yustisi Kota Denpasar pada Rabu (7/7) menutup empat tempat usaha yang terbukti menciptakan kerumunan, bertentangan dengan ketentuan yang harus ditaati pada penerapan PPKM Darurat.

“Langkah tersebut kami lakukan karena dalam penerapan PPKM Darurat masyarakat diminta untuk tidak menciptakan kerumunan. Jika ada tempat usaha yang terbukti menimbulkan itu, terpaksa harus kami tutup,” kata Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga di sela-sela oprerasi penertiban.

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, dalam masa pemberlakuan PPKM Darurat, semua pelaku usaha diminta untuk dapat mengikuti peraturan yang telah ditetapkan, antara lain tidak menimbulkan kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan lainnya.

Adapun 4 jenis tempat usaha yang ditutup tersebut meliputi usaha Game Online dan Salon Kecantikan. “Saat dilakukan patroli, keempat tempat usaha itu membuat kerumunan dan tidak menerapkan protokol kesehatan, sehingga terpaksa kami tutup sementara,” kata Sayoga, tegas.

Sementara sejumlah warung makan terlihat mampu mematuhi aturan, yakni melayani pembeli dengan cara take away. “Untuk usaha jasa seperti bank, masih bisa beroperasi asalkan karyawan dan nasabahnya dibatasi, serta menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” ucapnya.

Selain mendatangi tempat-tempat usaha, petugas gabungan yang diterjunkan menekan penularan Covid-19 juga juga melakukan penertiban  secara stationer dan mobile. Untuk stationer dilaksankan di Pos Penyekatan Simpang Cokroaminoto-Gunung Galunggung. Secara mobile tim bergerak dari depan Mapolresta Denpasar menyisir sepanjang Jalan Gatot Subroto Barat, Gatot Subroto Timur dan satu tim lagi menyisir dari depan Mapolresta menuju Jalan Gatsu Barat Tengah Kota Denpasar.

Sayoga menyebutkan, dalam kegiatan di jalanan tersebut pihaknya menertibkan 6 pelanggar protokol kesehatan, di mana satu orang langsung didenda di tempat, dan 5 lainnya diberikan pembinaan karena salah menggunakan masker.

Seperti penertiban sebelumnya, kali ini para pelanggar juga diberikan  sanksi fisik (push up) di tempat dan harus menandatangani surat pernyataan tidak melanggar lagi. Jika kemudian hari kembali ditemukan melanggar, maka mereka harus siap menerima tindakan lebih tegas.

Mengantisipasi penularan Covid-19, petugas gabungan yang diterjunkan juga terus mensosilisasikan protokol kesehatan 6-M, yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan, kata Sayoga, menjelaskan.  (LE-DP)

Lenteraesai.id