Karangasem, LentetaEsai.id – Bupati Karangasem I Gede Dana menghadiri seminar sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga 2021 (PK21) bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR-RI, I Ketut Kariyasa, yang digelar di Desa Kerta Mandala, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Jumat (7/5).
Kegiatan ini merupakan sosialisasi rutin yang dilakukan oleh perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali dengan menggandeng mitra-mitra kerjanya. Tujuan dari sosialisasi kali ini adalah untuk memberikan penguatan terkait program nasional dari pemerintah yakni PK21.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Karangasem I Gede Dana mengatakan bahwa data dari PK21 ini sangat penting dan dirinya siap mensukseskan PK21 di Kabupaten Karangasem, sehingga nantinya dapat memberikan nilai-nilai positif dalam pembangunan kependudukan.
“Data stunting dalam 3 tahun terakhir di Kabupaten Karangasem telah mengalami penurunan. Di mana pada tahun 2018, data stunting 26,23 persen telah turun menjadi 11,88 persen di tahun 2021 dan saya menargetkan penurunan stunting di Kabupaten Karangasem terus terjadi hingga mencapai 18,1 persen,” kata Bupati Dana.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah terus mensosialisasikan pelaksanaan pendataan keluarga tahun 2021 kepada masyarakat, salah satunya melalui pemasangan baliho, spanduk dan merekrut kader pendata sebanyak 1004 orang, ucapnya.
“Seluruh kader ini akan mendata sebanyak 152.508 KK target sasaran, diutamakan sasaran PUS (Pasangan Usia Subur) di Kabupaten Karangasem,” kata Bupati Dana.
Bupati Gede Dana mengatakan, kader yang telah terlatih ini menggunakan metode sensus dengan proses pengumpulan dan pengolahan data menggunakan formulir dan smartphone. Data terakhir per 6 Mei 2021 dari target 152.508 KK sudah masuk 31.155 KK (20,43 persen).
Sementara itu, Ketut Kariyasa memberikan banyak informasi terkait pencegahan stunting Indonesia dan secara khusus di Bali, karena pada tahun ini BKKBN diberikan amanah oleh Presiden Joko Widodo sebagai penanggung jawab pencegahan stunting di Indonesia.
Target penurunan angka stunting sendiri yakni sebesar 14 persen sampai dengan 2024, sementara angka stunting di Indonesia sendiri masih di atas 27 persen, katanya.
“Pendataan keluarga yang dilakukan serentak dari 1 April hingga 31 Mei 2021 ini dapat menjadi momentum validasi data agar program pemerintah tepat sasaran. Data keluarga memang terlihat sepele, namun tanpa disadari data itu sebagai landasan bagi pemerintah mengeluarkan kebijakan,” kata Kariyasa.
Sedangkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Agus Putra Proklamasi mengatakan bahwa masyarakat harus siap dan menerima dengan baik para petugas dengan tetap menjaga protokol kesehatan serta menyiapkan data yang diperlukan.
Agus Putra juga meminta keluarga yang menjawab pertanyaan para petugas adalah yang benar-benar menguasai kondisi masing-masing anggota keluarganya. Sebab, pendataan keluarga ini tidak sekadar mencatat jumlah anggota keluarga, tetapi lebih dari itu.
“Meskipun Bali tergolong daerah maju dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, tapi sosialisasi ini sangat penting bagi masyarakat dan pemerintah sebagai eksekutor kebijakan publik,” kata Agus Putra.
Agus Putra menambahkan bahwa data kependudukan lima tahun lalu sebenarnya sudah valid. Sesuai ketentuan, update data dilakukan lima tahun sekali untuk mengetahui perkembangan terbaru gambaran penduduk se-Indonesia.
“Tidak ada alasan takut memberikan data ke petugas kami. Mengingat saat ini sedang pandemi, jika takut tertular virus, keluarga sasaran bisa mengisi data lewat smartphone,” kata Agus Putra, menandaskan. (LE-Jun)







