Karangasem, LenteraEesai.id – Sebuah kandang ayam berukuran 120 x 12 meter milik I Putu Pertama (50) warga asal Banjar Dinas Abuan, Desa dan Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, hangus terbakar pada Kamis (6/5) dini hari sekitar pukul 04:35 Wita.
Akibat kejadian tersebut, kandang ayam beserta seluruh isinya lebur terpanggang sampai tak tersisa, hingga membuat pemilik lahan usaha ternak itu harus menderita kerugian yang mencapai sekitar Rp2 miliar.
Amuk si jago merah disertai suara-suara letupan cukup keras yang diduga berasal dari ruas bambu atau bahan lain yang ada dalam kandang, sempat mengagetkan sejumlah warga di tengah terlelap tidur pada dini hari yang masih gelap gulita itu.
Suasana menjadi bertambah tegang setelah kepulan asap berwarna putih kehitaman membubung tinggi dalam puluhan meter ke angkasa, tercium bau ‘hangru’ dan angit menyiratkan adanya unsur satwa yakni ribuan ayam piaraan yang hangus terpanggang.
“Tidak ada warga yang menjadi korban maupun luka-luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. Hanya saja kerugian material yang nilainya cukup besar,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem, I Nyoman Tari, ketika dihubungi siang harinya.
Ditanya tentang asal mula percikan api yang kemudian menjadi besar, Kadis Nyoman Tari mengaku belum dapat memastikannya, karena masih harus dilakukan penyelidikan dengan melibatkan pihak kepolisian setempat.
“Belum, penyebab kebakaran belum dapat kami ketahui, karena masih harus dilakukan penyelidikan dengan lebih seksama di tempat kejadian,” ucapnya, menandaskan.
Namun demikian, ada dugaan sebuah kompos gas tiga kiloan yang tiba-tiba meledak, di mana lidah apinya dengan cepat menyambar barang yang mudah terbakar.
Kadis Nyoman Tari mengungkapkan, untuk menjinakkan kobaran api, pihaknya mengerahkan beberapa unit mobil pemadam kebakaran, yang juga dibantu oleh regu pemadam dari Pemkab Klungkung.
Regu Pemadam Kebakaran Karangasem mengerahkan 4 armada, sementara dari Kabupaten Klungkung tercatat 2 armada. “Kobaran api yang tergolong cukup besar, baru bisa kami atasi setelah menyemprotkan lebih dari 34.000 liter air di lokasi kejadian,” ujarnya.
Untuk personel yang terlibat, sebanyak 17 orang dari Pemadam Kebakaran Karangasem dan 5 orang dari Klungkung. “Puluhan personel itu harus bekutat selama 2 jam lebih untuk dapat menjinakkan kobaran api yang tergolong cukup besar,” kata Nyoman Tari, menjelaskan. (LE-Jun)







