Karangasem, LenteraEsai.id – Nasib naas menimpa I Made Locik, warga asal Dusun Abang Kaler, Desa dan Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Ia mengerang kesakitan kemudian meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa yang dipanjatnya.
Made Locik diketahui terjatuh dari atas pohon kelapa setinggi kurang lebih 20 meter pada Sabtu (3/4) siang, namun akhirnya pria paruh baya itu meninggal dunia pada Minggu (4/4) sore.
Seperti biasa, siang itu dia memanjat pohon kelapa yang tumbuh di pekarangan dekat rumah untuk diambil buahnya guna kebutuhan hidup sehari-hari, sehubungan tidak ada lagi lahan pekerjaan setelah Virus Corona datang mewabah.
“Korban jatuh dari ketinggian sekitar 20 meter dan mengalami luka pada bagian pinggang hingga tulangnya patah, bahkan sampai mengeluarkan darah yang cukup banyak,” kata I Wayan Sadra, salah seorang keluarga korban saat dikonfirmasi, Minggu (4/4) petang.
I Wayan Sadra menuturkan, sebelum menghembuskan nafas yang terakhir, Made Locik begitu terjatuh sempat teriak-teriak minta tolong. Beberapa warga yang kemudian datang ke tempat kejadian, langsung memberikan pertolongan dengan melarikannya ke rumah sakit.
Saat dibawa ke RSUD Karangasem, Made Locik masih dalam keadaan sadar, meski kerap tampak meringis menahan rasa sakit. Karena kondisinya yang dikatakan cukup parah, akhirnya pihak keluarga diminta untuk merujuk korban ke RSUP Sanglah Denpasar.
“Namun karena keterbatasan biaya, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa korban berobat secara tradisional ke dukun pijat di daerah Baturinggit, Kecamatan Kubu, dengan menggunakan mobil pick-up,” ujar Sadra.
Dikatakan, dalam perjalanan mununju dukun pijat, Made Locik masih bisa diajak bicara, meski sesekali dia mengeluhkan rasa sakiknya yang tiada tara, sembari menunjuk ke bagian perutnya.
Pulang dari rumah pijat, kondisi tubuh Made Locik tampak semakin memburuk hingga akhirnya dia berpulang untuk selama-lamanya pada Minggu (4/4) sore.
“Almarhum meninggalkan seorang istri sebatang kara, karena tidak mempunyai anak. Saat ini, kami tengah mempersiapkan proses pengkremasian almarhum yang akan dilakukan pada Senin (5/4) di setra di kampungnya,” kata Sadra sambil tak kuasa menahan keharuan. (LE-Jun)







