Denpasar, LenteraEsai.id – Serangakaian menyambut peringatan Hari Raya Imlek dan HUT ke-223 Kota Denpasar, Keluarga Besar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali bersinegi dengan Pemkot Denpasar mengadakan kegiatan sosial pelestarian alam, di bantaran Tukad Badung Denpasar, Sabtu (6/2).
Kegiatan yang ditandai dengan pelepasan bibit ikan lele, pelepasan burung, pembagian nasi jinggo dan meninjau kegiatan donor darah itu, tampak dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, calon Wawali I Kadek Agus Arya Wibawa, dan Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali Sudiarta Indrajaya.
“Saya mengapresiasi kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh Keluarga Besar Inti Bali ini, di mana dalam masa pandemi ini Inti Bali masih terus melaksanakan kegiatan sosial meskipun terbatas dan tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Wawali Jaya Negara.
Pelepasan burung dan bibit ikan lele ini juga salah satu bentuk untuk menjaga kelestarian ekositem yang ada di aliran Tukad Badung. Demikian pula pembagian nasi jinggo untuk para tukung suwun dan pedagang yang ada di pasar Badung, serta kegiatan donor darah yang dilaksanakan di halaman kantor wali kota, semuanya merupakan bentuk kegiatan yang patut dibanggakan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Inti Bali untuk sumbangsihnya dan kepeduliannya kepada alam dan masyarakat Kota Denpasar,” kata Jaya Negara, menandaskan.
Sementara Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali Sudiarta Indrajaya mengatakan, kegiatan sosial yakni moral kebajikan dengan konsep Tri Hita Karana ini merupakan kegiatan dalam mensyukuri menyambut Imlek 2572 sekaligus menyambut Hut Kota Denpasar pada bulan Februari 2021 ini.
“Sesuai dengan keyakinan kami, apapun kejadiannya termasuk pandemi ini akan lebih teratasi jika kita bagian dari mahluk di bumi ini lebih banyak melakukan kebajikan, sebab kebajikan-kebajikan yang kita lakukan dengan ketulusan hati ini akan memperkuat terselesainya musibah,” ungkapnya.
Adapun kegiatan kali ini, kata Sudiarta, antara lain pelepasan 75 ekor burung dara dan burung pipit, pelepasan 3.000 bibit lele, dan penaburan cairan eco enzim dialiran sungai sebagai bakti kepada ibu pertiwi.
Selain itu juga dilakukan kegiatan kemanusiaan dengan melaksanakan pembagian 200 nasi jinggo untuk tukang suwun dan pedagang di Pasar Badung, serta kegiatan donor darah yang dipusatkan dihalaman kantor Wali Kota Denpasar dengan jumlah peserta yang tercatat 107 orang pendonor, ucapnya. (LE-DP)







