judul gambar
DenpasarHeadlines

Pembunuh Pedagang Keripik di Sanur Kauh, Ditangkap Polisi di Bondowoso

Denpasar, LenteraEsai.id – Pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Sri Widayu (49) di warung kontrakkannya di daerah Sanur Kauh Denpasar, akhirnya ditangkap polisi yang memburunya hingga ke Bondowoso, Jawa Timur.

Pelaku yang diketahui bernama Basori Arifin alias Ibas (24), diringkus polisi pada Sabtu (6/2) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita di rumah mertuanya di daerah Kawah Ijen Sumber Weringin, Kecamatan Sukarejo, Kabupaten Bondowoso.

Setelah berhasil diringkus, pria asal Banyuwangi, Jawa Timur yang kesehariannya berdagang pisang di Jalan Tukad Balian Nomor 90, Kelurahan Renon, Kecamatan Denpasar Selatan itu, langsung dikeler ke Mapolresta Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil periksaan pendahuluan, kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan kepada wartawan, Sabtu (6/2) siang, ternyata antara korban Sri Widayu dengan tersangka pelaku Ibas telah berteman sejak beberapa bulan lalu dalam urusan dagang.

Pertemanan keduanya karena bisnis. Ibas dagang pisang, sementara Widayu dagang keripik yang bahannya dari pisang, di warung kontrakannya di daerah Sanur Kauh, Denpasar.

Ibas yang selama ini memasok pisang untuk dibuat keripik oleh Widayu, yang juga warga asal Banyuwangi, Jawa Timur. Sayangnya, Widayu seringnya ngebon hingga jumlah utangnya mencapai Rp 515.000, ujar Kombes Jansen.

Ia mengungkapkan, beberapa kali utang itu ditagih oleh Ibas, namun hasilnya selalu nihil. Akhirnya, pada Selasa, 2 Februari 2021 sekitar pukul 19.00 Wita, Ibas bersama istri dan seorang anaknya yang masih kecil, kembali datang dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario DK-5485-ABW ke warung Widayu untuk nagih utang tersebut.

Setibanya di warung Jalan Bypass Ngurah Rai Nomor 438, Sanur Kauh, Denpasar, awalnya istri dari tersangka Ibas yang bicara dengan Widayu. Pada saat itu posisinya ada di depan warung. Sementara Ibas masih duduk di atas sadel sepeda motor yang mereka gunakan.

Dalam percakapan yang berlangsung cukup tegang, Widayu tiba-tiba  menampar bagian wajah istri tersangka Ibas yang saat itu menggendong anaknya yang masih kecil.

Melihat itu, Ibas naik darah dan langsung memukul Widayu. Sempat terjadi pergulatan. Tapi karena kalah kuat, korban keteter. Pada kesempatan itu, tersangka Ibas mengambil sebuah tabung gas tiga kiloan yang ada di warung, kemudian memukulkannya ke bagian kepala korban hingga jatuh terkapar berlumuran darah.

Mengetahui korban telah meninggal dunia, kata Kombes Jansen, Ibas bersama istri dan anaknya kabur ke daerah Jawa Timur. Polisi yang melakukan pemburuan menyusul mengetahui keberadaan Ibas hingga kemudian berhasil menangkapnya pada Sabtu (6/2) dini hari.

Kombes Jansen menyebutkan, barang bukti yang diamankan dalam kasus tersebut berupa pakain korban yang digunakan pada saat kejadian, 1 unit sepeda motor Honda Vario 150 warna merah DK-5485-ABW yang digunakan tersangka bersama istri dan anaknya ke lokasi TKP, helm warna merah yang sudah pecah, dan sebuah tabung gas ukuran 3 kilogram yang digunakan memukul kepala korban.

“Untuk sementara tersangka dijerat Pasal 338 KUHP atau pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Pembunuhan atau Penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” ujar Kapolresta Denpasar, menjelaskan. (LE-DP)

Lenteraesai.id