Denpasar, LenteraEsai.id- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali per hari Senin, 3 Austus 2020.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Senin (3/8) petang mengatakan, jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 kini menjadi 3.529 orang, bertambah 41 orang transmisi lokal.
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 terus naik. Hari ini total pasien yang sembuh sebanyak 3.026 orang, bertambah 55 orang terdiri atas 53 transmisi lokal dan 2 PPDN. Angka ini menunjukkan persentase pasien sembuh yang mencapai 85,75 persen.
Kembali hari ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat nihil kasus meninggal dunia, sehingga data tetap seperti yang kemarin sebanyakt 48 pasien Covid-19 yang meninggal atau 1,36 persen.
Sedangkan untuk pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) yang berada di 17 rumah sakit, dan dikarantina di ruang Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering, terhitung sebanyak 455 orang, terdiri atas 454 WNI dan 1 WNA.
Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali menyebutkan, angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal, yang secara komulatif sebanyak 3.138 orang terdiri atas 3.126 WNI dan 12 WNA.
“Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan, namun kami tetap mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan di mana saja dan kapan saja, sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga, ” ujarnya.
Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19.
“Untuk itu, marilah kita laksanakan Protokol Kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian,” kata Dewa Indra, menekankan. (LE-DP1)







