Dibawa ke Paranormal, Kadek Rio Tetap Lumpuh, Keluarga Putus Harapan

Kapolsek Kubu AKP I Nengah Sona SH didampingi Kanit Intelkam Ipda I Wayan Sutanaya dan Bhabinkamtibmas Desa Ban Bripka I Nengah Budiartana, berkesempatan datang berkunjung ke rumah Kadek Rio Pastika

Karangasem, LenteraEsai.id – Jauh hari sebelum dicetuskannya imbauan untuk ‘social distancing’ terkait Covid-19, I Kadek Roi Pastika (16) sudah harus tinggal di rumahnya di Lingkungan Cutcut, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Pria malang yang telah memasuki usia remaja tersebut, harus pasrah dengan penyakit yang telah cukup lama dideritanya yakni mengalami kelumpuhan.

Bacaan Lainnya

Guna memberikan motivasi agar tetap tegar dalam menjalani hidup yang kadang harus menyendiri di dalam kamar itu, Kapolsek Kubu AKP I Nengah Sona SH didampingi Kanit Intelkam Ipda I Wayan Sutanaya dan Bhabinkamtibmas Desa Ban Bripka I Nengah Budiartana, berkesempatan datang berkunjung ke rumah Kadek Rio Pastika sekeluarga.

Kunjungan yang dilakukan pada Selasa (9/6) siang, tampak disambut oleh Kepala Desa Ban I Gede Tamu Sugiantara, dan kepala wilayah setempat serta pihak keluarga Kadek Rio Pastika.

“Kegiatan kunjungan yang kami lakukan bertujuan untuk memberikan motipasi dan semangat kepada I Kadek Rio Pastika, dengan harapan penyakit yang dideritanya bisa sembuh seperti sedia kala, dan pihak keluarga tabah dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Kapolsek Kubu AKP I Nengah Sona SH.

Kedua orang tua Kadek Rio Pastika, yakni I Wayan Mudiasa dan Ni Wayan Lungga, tanpa tak kuasa menahan keharuan menerima kehadiran anggota Polri ke rumahnya yang tergolong cukup jauh dari keramaian kota.

Wayan Mudiasa mengatakan bahwa anak keduanya itu sudak sejak tiga tahun silam menderita peyakit lumpuh, yang tidak diketahui sebab-musababnya. “Sempat sembuh hingga dia bisa menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP, namun kemudian penyakit lumpuhnya kambuh lagi sejak setahun belakangan ini,” katanya dengan suara terbata-bata.

Ia menyebutkan, pihak keluarga sudah berusaha membawa Kadek Rio berobat ke RSUD Karangasem, namun tidak juga kunjung sembuh. “Bolak-balik rumah sakit tidak sembuh, akhirnya kami mencoba untuk berobat ke balian, namun juga juga ada perkembangan yang berarti,” katanya.

Menurut Mudiasa, sudah beberapa balian atau paranormal didatangi untuk kesembuhan Kadek Rio, tetapi tidak juga mengalami perubahan. “Dia tetap tidak bisa menggerakkan kakinya untuk melangkah, sehingga sekarang kami pasrah saja. Kami bagai putus harapan, selain memang karena ketiadaan biaya untuk melanjutkan perawatan,” ujar Mudiasa tak kuasa menahan kesedihannya.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek Nengah Sona juga tampak menyerahkan bantuan peduli kasih berupa dua paket sembako kepada keluarga Kadek Rio. Kapolsek mengharapkan, semoga bantuan ini dapat bermanfaat.

Dari pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolsek Kubu bersama anggota yang sudah bersedia datang untuk memberikan motipasi sekaligus bantuan sembako yang sangat diharapkan di tegah tekanan enonomi terkait mewabahnya Covid-19.

Usai menyerahkan bantuan, Kapolsek dan rombongan berpamitan dalam suasana yang tampak cukup mengharukan di sebuah pedesaan yang alami, jauh dari keramaian dan bising kota. (LE-KR)

Pos terkait