Jimbaran, LenteraEsai.id – International Committee of the Red Cross (ICRC) atau Komite Internasional Palang Merah dan FH Unud menyelenggarakan Emerging International Humanitarian Law (IHL) Academics Workshop 2023 sebagai salah satu implementasi kerja sama internasional, bertempat di Segara Meeting Room, Jimbaran Bay Beach Resort and Spa pada 28 Februari – 3 Maret 2023.
Ketua Departemen Hukum/Legal Advisor Delegasi Regional Komite Internasional Palang Merah untuk Indonesia dan Timor Leste, Christian Donny Putranto SH LLM, memberikan sambutan dan dilanjutkan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Perencanaan dan Kerja Sama FH Unud, Dr Desak Putu Dewi Kasih SH MHum membuka kegiatan IHL Academics Workshop.
Kegiatan ini diikuti oleh para akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, meliputi Universitas Indonesia, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Sebelas Maret, Universitas Pelita Harapan, Universitas Islam Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Sultan Ageng Tirta Yasa, Universitas Mataram, Universitas Syiah Kuala, Universitas Tanjung Pura, Universitas Sam Ratulangi, President University, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Universitas Pattimura, Universitas Dwijendra dan perwakilan dari Ditjen Administrasi Hukum Umum dan Badan Pembinaan Hukum Nasional Kemenkumham RI.
Adapun dua perwakilan yang dari Unud, yaitu: Dr Piers Andreas Noak SH MSi (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik) dan Tjokorda Istri Diah Widyantari Pradnya Dewi SH MH (Lab/Bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum), serta 2 fasilitator dari Lab/Bagian Hukum Internasional FH Unud, I Made Budi Arsika SH LLM dan Made Suksma Prijandhini Devi Salain SH MH LLM.
Di hari kedua workshop, Guru Besar FH UNud bidang Hukum Internasional, Prof Dr I Made Pasek Diantha SH MS, memberikan materi yang berjudul ‘Hukum Humaniter Internasional dan Posisinya dalam Sistem Hukum Indonesia’. Sesi ini sangat dinanti oleh para peserta karena materi yang diberikan menyelaraskan Hukum Internasional dan Hukum Nasional di bidang humaniter.
Kegiatan workshop yang dilakukan selama 4 hari sangat menarik karena menggunakan metode yang beragam, mulai dari pemaparan materi, presentasi, diskusi, simulasi dan role play IHL yang terdiri dari pihak pemerintah, akademisi, perusahaan senjata. (LE-001)







