Denpasar, LenteraEsai.id – Kepak sayap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud menjadi semakin lebar. Pada Selasa, 14 Februari 2023, bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BEM FKP Unud mengadakan pelatihan monitoring mangrove menggunakan Google Earth Engine (GEE) secara online.
Pelatihan ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi kesehatan mangrove dan kondisi potensi vegetasi dalam menopang kegiatan pengelolaan kawasan yang dilakukan secara regular pada waktu tertentu.
Pelatihan ini dihadiri oleh 30 mahasiswa dari Universitas Udayana, Universitas Diponegoro, Universitas Islam As’syafiyah, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Mulawarman, dan Universitas Jenderal Soedirman.
Kegiatan dibuka Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Unud Prof Dr Ir I Wayan Nuarsa MSi, didampingi Direktur Pengembangan dan Kompetensi (Dirbangkom) Raden Arthur Ario Lelono PhD dan Kepala Pusat Riset Oseanografi (PRO) Udhi Eko Hernawan PhD.
Dalam kata sambutannya, Dekan FKP Unud mengatakan, ini adalah batu loncatan yang cukup signifikan bagi organisasi kemahasiswaan, terkhusus BEM FKP yang sudah bekerja sama dengan BRIN. “Keaktifan BEM dalam meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa dengan bantuan BRIN melalui Dirbangkom dan PRO BRIN patut diapresiasi, mengingat BEM FKP baru saja melakukan fungsionaris kepengurusan yang baru. Semoga saja semangat ini masih seterusnya akan berlanjut dalam meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, baik hard skill dan soft skill,” ucapnya.
Sementara itu, Raden Arthur Ario Lelono dan Udhi Eko Hernawan menyambut baik kerja sama ini, mengingat BRIN sebagai sebuah badan riset yang wajib mengembangkan dan melakukan penyebaran informasi ilmiah yang terbaru. Dengan begitu, pelatihan ini diharapkan dapat membantu peserta dalam melakukan monitoring ekosistem mangrove menggunakan metode dan software paling update.
Kegiatan pelatihan ini akan dilakukan selama 33 hari (14-16 Februari 2023) dengan mentor Peneliti Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wayan Eka Dharmawan. Pelatihan dilakukan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) milik BRIN.
Keluaran yang diharapkan dari pelatihan ini adalah peserta mampu melakukan monitoring mangrove menggunakan GEE (Google Earth Engine), melakukan klasifikasi dan identifikasi mangrove, hingga menilai indeks kesehatan mangrove yang berguna untuk kepentingan riset di dunia pendidikan kelautan, katanya. (LE-AS)
Sumber:http://www.unud.ac.id







