Program Pertanian Tanaman Hidroponik dengan Screen House Dilaksanakan di Kota Depok

(Foto: Dok Adelaide Rizqy Ellionnas Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta)

Depok, LenteraEsai.id – Dalam rangka meningkatkan budidaya pertanian tanaman pangan dan hortikultura di Kota Depok, sekaligus menyambut program Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dalam rangka pengembangan pertanian hydra screen house, Pemerintah Kota Depok sepakat mengadakan program pertanian tanaman hydra screen house yang terfokus terhadap tanaman cabai dan bawang merah.

Program tersebut sudah mulai berjalan sejak 1 September 2022 dan berlangsung sampai pertengahan Oktober 2022. Pemerintah Kota Depok dan Bank Indonesia menunjuk kelompok KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kecamatan Limo untuk menjalankan program pertanian hydra screen house yang bertempat di Jalan Irigasi RT.04 RW.08 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Dalam program ini tentunya banyak sekali kegiatan yang dilakukan, salah satunya seperti melakukan tender pembangunan screen house diawali dengan menggunakan sistem lelang. Banyak vendor yang mengajukan untuk menjalankan program ini, seperti CV Hidroponik Kita Tani Mandiri, CV Wisesa Tunas Bumi dan CV Usaha Kreasi Madani. Setelah melakukan proses yang cukup panjang, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat akhirnya menunjuk CV Hidroponik Kita Tani Mandiri sebagai vendor pelaksana program pembangunan screen house.

Untuk saat ini program tersebut masih dalam pengerjaan pabrikasi untuk bangunan screen house yang akan digunakan menanam nantinya. Proses tersebut memakan waktu 2 bulan dan akan dilanjutkan dengan penanaman dalam jangka waktu 3 bulan. Melihat hal tersebut, bisa diperkirakan bahwa penanaman akan mulai dilaksanakan awal November mendatang.

Pertanian dengan sistem hidroponik seperti ini tentu akan memakan biaya yang cukup besar karena harus disertai dengan screen house yang mempunyai struktur bangunan yang dapat melindungi tanaman dari gangguan hama, penyakit dan terpaan angin yang berlebih. Berbeda dengan budidaya tanaman secara konvensional, di mana kegiatan penanamannya tidak menggunakan pelindung atau screen house, tentu biaya yang dikeluarkan akan lebih murah.

* Penulis: Adelaide Rizqy Ellionnas, mahasiswa semester 5 Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Pos terkait