Karangasem, LenteraEsai.id -Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Karangasem sejak Minggu (16/1) malam hingga Senin (17/10/2022) siang, memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor yang memakan korban jiwa dan luka-luka di beberapa tempat.
Bupati Karangasem I Gede Dana dan Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, bergerak cepat dan langsung turun ke lokasi bencana untuk membantu korban bencana bersama anggota dari jajaran Basarnas dan BPBD Karangasem.
Di Banjar Dinas Santhi, Desa/Kecamatan Selat, Bupati Gede Dana langsung bergabung dengan tim SAR untuk bersama-sama melakukan pencarian terhadap korban terseret banjir atas nama I Gusti Ngurah Wedana Putra, bocah berusia 9 tahun.
Dengan menggunakan cangkul, Bupati bersama tim SAR ikut serta menggali material banjir berupa bebatuan, pasir dan kerikil yang ditinggalkan banjir di dalam rumah korban yang mengalami kerusakan di Banjar Dinas Shanti.
Pencarian titik pertama difokuskan di rumah korban, sebab I Gusti Ngurah Wedana Putra diperkirakan tertimbun material banjir di dalam rumahnya. Namun setelah dilakukan penggalian, korban tidak diketemukan, baru beberapa jam kemudian tim SAR gabungan bersama warga mengalihkan perhatian ke tempat lain.
Setelah kurang lebih empat jam dilakukan upaya pencarian, akhirnya korban berhasil ditemukan sekitar 10 meter di sebelah barat rumahnya yang rusak berat diterjang banjir luapan Sungai Ketapang.
Sementara korban lain, yakni kakak kandung Gusti Ngurah Wedana Putra bernama I Gusti Ayu Pradnya (19), terlebih dahulu ditemukan meninggal dunia di pematang sawah yang tergenang banjir sekitar 700 meter dari rumah keluarga korban.
Bupati Gede Dana siang itu juga langsung menjenguk jenazah kedua korban yang telah dievakuasi ke Pusekesmas Selat, dan sempat berbincang-bincang dengan pihak keluarga korban. Dalam kesempatan tersebut, Bupati atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem menyampaikan rasa keprihatinan dan duka cita mendalam atas meninggal dunianya kakak beradik dalam peristiwa bencana alam.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Karangasem menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban meninggal dunia akibat bencana,” ungkap Gede Dana dengan nada penuh haru.
Bupati pada kesempatan itu langsung memerintahkan instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah termasuk mencari tahu penyebab terjadinya banjir bandang yang cukup besar tersebut. “Memang kondisi alam dan cuaca tidak bisa kita prediksi, tapi langkah mitigasi dan pemetaan rawan bencana perlu dicermati ulang, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Gede Dana, menegaskan.
Pascakejadian itu, Gede Dana juga memerintahkan BPBD Karangasem untuk melakukan assesment dan mengambil langkah yang diperlukan guna membantu para korban bencana dan penanganan pascabencana.
Kepada keluarga korban bencana, Bupati Gede Dana secara pribadi menyerahkan bantuan antara lain berupa satu unit kompor, selimut, sembako dan sejumlah uang santunan.
Ia mengimbau warga masyarakat utamanya yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi disertai angin kencang, diduga masih akan tetap berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Sementara dari Banjar Abian Tihing, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, dilaporkan seorang warga terpaksa dievakuasi tim SAR karena mengalami luka-kuka setelah rumah tinggalnya diterjang banjir. Belasan rumah penduduk di daerah tersebut terendam banjir dan beberapa di antaranya mengalami kerusakan, sehingga penghuninya harus mengungsi ke Balai Banjar Abian Tihing. (LE-Ami)







