Nusa Penida, LenteraEsai.id – Gubernur Bali Wayan Koster mendapatkan sambutan hangat sekaligus doa dari 22 desa adat di Nusa Penida yang menjadi pengempon di Pura Kahyangan Jagat Batu Medau, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
Gubernur dan rombongan tiba di pura tersebut untuk mengahadiri Karya Penyegjeg Jagat miwah Ida Bhatara Turun Kabeh di Nusa Penida pada Sabtu (Saniscara Paing, Klawu), 8 Oktober 2022.
Gubernur yang didampingi Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra dan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, tampak melakukan persembahyangan bersama warga masyarakat dari 22 desa adat di Nusa Penida yang mendoakan agar Gubernur Wayan Koster diberikan kesehatan dalam menjalankan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Kami juga menghaturkan terima asih kepada Bapak Gubernur Bali Wayan Koster yang sudah membangun Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Klungkung,” kata Made Wijaya selaku panitia karya, seraya menyampaikan terima kasih pula atas kehadiran Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini pada Karya Penyegjeg Jagat miwah Ida Bhatara Turun Kabeh di Nusa Penida.
Gubernur Bali dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat secara tulus ikhlas menghaturkan sembah bhakti di Pura Kahyangan Jagat Batu Medau dengan menjalankam tatanan kehidupan beragama melalui Adat-Istiadat, Tradisi, Seni Budaya dan Kearifan Lokal Bali agar Bali dan Nusa Penida khususnya memiliki daya tarik luar biasa serta taksu alam, manusia, dan kebudayaan di Bali selalu terawat dengan baik.
Sekarang, kata Gubernur Wayan Koster, Nusa Penida semakin terkenal sebagai daerah terpopuler di dunia. “Maka dari itu, saya berhati-hati membangun di Nusa Penida, karena tempatnya sangat sakral. Sehingga pembangunan infrastruktur dan sarana prasana harus memperhatikan aspek kesakralan di Nusa Penida untuk menunjang aktivitas perekonomiannya,” kata Gubernur jebolan ITB ini sembari meminta kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta agar pembangunan di Nusa Penida, Nusa Ceningan, serta di Nusa Lembongan benar-benar dapat dilakukan dan ditata secara baik.
Lebih lanjut Wayan Koster mengungkapkan, alasan utama yang membuat dirinya membangun Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, yakni untuk memberikan pelayanan secara optimal dan memberi rasa aman serta nyaman kepada masyarakat, umat Hindu di Bali yang ingin sembahyang di Pura Ratu Gede, dan kepada wisatawan domestik dan mancanegara yang sedang berlibur di Pulau Nusa Penida.
“Pelabuhan Sampalan pembangunannya sudah selesai, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan akan selesai di akhir bulan Oktober ini, semoga mampu melayani umat, masyarakat, dan wisatawan agar Nusa Penida semakin berkembang ke depan,” kata Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, disambut tepuk tangan para pemedek.
Mengakhiri sambutannya, mantan aggota DPR RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengajak seluruh masyarakat Nusa Penida untuk mendoakan penyelenggaraan KTT G20 yang akan berlangsung di Bali pada bulan November 2022 mendatang dapat berjalan lancar dan memberikan citra positif untuk Pulau Bali. (LE-KL1)







