Karangasem, LenteraEsai.id – Harga bahan kebutuhan pokok di pasaran Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur mulai terpengaruh oleh adanya kenaikan harga bahan bahan minyak (BBM) yang diputuskan pemerintah sejak 4 September lalu.
Dari pemantauan pewarta LenteraEsai.id terhadap beberapa pasar di wilayah Amlapura, ibu kota Kabupaten Karangasem, Senin (5/8/2022), diketahui beberapa bahan kebutuhan pokok merambah naik, seperti sayur-sayuran, mie putih dan mie kuning kemasan, serta beberapa jenis bumbu dapur yang meliputi bawang putih, cabai rawit dan yang lainnya.
Ni Nyoman Kariani, pedagang sembako di Pasar Amlapura Timur mengatakan, harga mie kuning kemasan dan mie putih naik sebesar Rp500/bungkusnya. “Kalau mie kemasan, naiknya juga segitu, ini sudah termasuk tinggi,” ucapnya sembari menyebutkan kenaikan tersebut lantaran biaya pengiriman meningkat akibat kenaikkan harga BBM.
Di samping itu, harga bahan pokok lain seperti beras juga mulai ada tanda-tanda akan terjadi kenaikkan. “Sekarang harganya pas 10.000 sekilo tidak bisa ditawar lagi, kalau dulu masih bisa ditawar. Tapi mudah-mudahan harga beras tidak naik terlalu tajam,” ujar salah seorang pembeli.
Sementara Ni Komang Karmini, salah seorang pedagang bumbu dapur di pasar yang sama mengatakan jika harga bumbu dapur juga baik. “Harga cabai rawit kwalitas campuran kini naik sebesar Rp15 ribu hingga menjadi Rp45 ribu per kilogramnya, dari sebelumnya Rp30 ribu,” ungkapnya.
Sementara harga cabai rawit kwalitas super, saat ini mencapai Rp50 ribu per kilogramnya, naik sebesar Rp10 ribu dari harga sebelumnya Rp40 ribu, ujar Karmini sembari mengatakan harga bawang putih juga naik, yakni dari Rp15 ribu kini menjadi Rp25 ribu per kilogramnya. (LE-Ami)







