Bangli, LenteraEsai.id – Batur UNESCO Global Geopark melaksanakan Revalidasi Geopark Kedua (II) Tahun 2022 dengan mendatangkan Assessor dari UNESCO Global Geopark dan dibuka oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta di Museum Gunung Api Batur, pada Rabu (13/7).
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam sambutannya menyampaikan, Batur UNESCO Global Geopark adalah Global Geopark Pertama di Indonesia yang diakui oleh UNESCO pada Konferensi Geopark Eropa ke-11 di Auroca, Geopark Portugal, 20 September 2012 lalu.
Pembangunan Geopark sangat penting bagi keberlanjutan bumi, di mana secara konseptual tiga pilar utama yang harus dijaga yaitu, keanekaragaman hayati, budaya dan seni yang harus dilindungi demi generasi ke depannya, ujar Sedana Arta.
Sejak didirikan sebagai bagian dari Global Geopark Network (GGN) pada tahun 2012, Batur Unesco Global Geopark terus bertumbuh menjadi salah satu destinasi pariwisata paling favorit di Bali dengan jumlah pengunjung sebanyak 941.410 pada 2019, dan dengan pendapatan senilai Rp26 miliar sebelum pandemi Covid-19.
Pada bulan Agustus 2016 Batur Unesco Global Geopark telah melalui proses revalidasi pertama dan telah menghasilkan 11 rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Geopark Batur sebagai Global Geopark. “Revalidasi kedua seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020, tetapi karena pandemi Covid-19 kegiatan revalidasi harus ditunda dan baru bisa dilaksanakan di tahun 2022 ini,” ungkap Bupati Sedana Arta.
Lebih lanjut Bupati Sedana Arta mengatakan, pandemi Covid-19 menghentikan berbagai program pembangunan infrastruktur umum, menurunkan pertumbuhan ekonomi global dan mengurangi jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Tetapi dengan keberhasilan vaksinasi massal dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, kondisi pariwisata di Batur Global Geopark Unesco telah mengalami pertumbuhan yang cukup, tren baru telah diciptakan untuk menarik wisatawan lokal.
“Ini adalah peluang baru bagi Pemerintah Kabupaten Bangli dan pengelola Batur Global Geopark untuk mengambil momen pasca-Covid-19 (Tourism Revenge), di mana ada tren baru wisatawan memilih wisata luar ruang yang lebih aman dan sehat, dengan pangsa pasar wisatawan milenial domestik yang terus menguasai awal pemulihan pariwisata Bali, ditandai dengan bertumbuhnya usaha cofee shop di Kintamani yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lokal pascapandemi Covid-19,” ujar Sedana Arta.
Lebih lanjut disampaikan, berbagai platform forum travel seperti Trip Advisor dan travel agent online di dunia dalam dua tahun terakhir selalu merekomendasikan kawasan Geopark Batur dengan produk ‘Bali Sunrise Tracking’ sebagai pilihan travelist.
Berbagai program pembangunan untuk meningkatkan fasilitas pendukung dan keberlanjutan Geopark Global Batur Unesco telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangli, termasuk pelatihan wisata Batur Geopark, pelatihan packaging produk UKMM seperti kopi arabika Kintamani dan bawang Kintamani, menata kawasan penambangan pasir, pembangunan IPAL dan pengelolaan sampah terpadu, penyediaan dan pendistribusian air bersih bagi masyarakat di kawasan Geopark Batur.
Selain itu telah dilakukan pula revitalisasi Danau Batur dan penataan keramba jaring apung, pemberdayaan daerah pesisir, penataan kawasan Penelokan dan pedestrian di sekitar jalan Penelokan sebagai bagian dalam penyediaan layanan yang nyaman bagi wisatawan, pembangunan Pelabuhan Kedisan dan Terunyan, penyediaan program E-Ticketing untuk retribusi tiket wisata, serta me-lounching brand pariwisata Bangli dengan tagline Bangli The Origin Of Bali, ungkap Bupati Bangli, memaparkan.
Bupati asal Desa Sulahan ini menambahkan, Kabupaten Bangli berlokasi di tengah Pulau Bali, sebagai pusat peradaban Bali dengan ditemukannya berbagai peninggalan prasasti kuno sebagai objek arkeologi serta keberadaan desa kuno dengan berbagai budaya yang unik dan asli. “Danau Batur adalah sumber dari segala mata air di Pulau Bali, dan hutan Kintamani adalah jantung dan nafas Pulau Bali harus menjadi tanggung jawab bersama untuk memeliharanya sesuai prinsip Geopark Management untuk keberlanjutan generasi masa depan, ucapnya.
Di akhir sambutannya Bupati Sedana Arta mengucapkan selamat datang kepada para assessor di Batur Unesco Global Geopark, semoga dengan dilaksanakannya revalidasi kedua ini, Batur Unesco Global Geopark tetap dapat mempertahankan green cardnya.
Sementara itu Assesor UNESCO Global Geopark Nicholas Talbot Powe dalam kesempatan tersebut mengatakan, merupakan suatu kebanggaan dan keistimewaan bagi dirinya beserta timnya bisa datang di Kabupaten Bangli. Pihaknya berharap dapat menemukan pengalaman baru di daerah yang sangat indah ini, dan telah pula menerima sambutan yang luar biasa dengan sebuah pementasan seni tari dan alunan musik yang begitu megah dan mempesona.
Dalam empat hari ke depan, lanjut Nicholas, pihaknya akan meninjau lebih lanjut bagaimana daerah yang indah ini mampu menghubungkan antara aspek geologikal dengan aspek budaya dan sebagainya. “Beberapa hari ke depan kami akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya, kami mohon kerja samanya dengan baik agar segala hal dapat terorganisir dengan baik pula,” katanya.
Revalidasi yang akan dilaksanakan hingga Sabtu (16/7) mendatang, dihadiri oleh pihak Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Badan Geologi Bandung, Kepala Pusat Survey Geology Bandung, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Bandung, Komite Nasional Untuk Unesco, Komite Nasional Geopark, Observer (Hanang Samudra).
Selain itu tampak hadir pula Ketua Umum Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Global Geopark, staf Direktur Hubungan Antar-Lembaga Kemenparekraf, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali (BKSDA), Ketua DPRD Bangli yang diwakili oleh anggota DPRD Komang Carles, Unsur Forkompinda Kabupaten Bangli, General Manager Pengelola Batur Unesco Global Geopark Ida Bagus Gde Giri Putra, Pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, Camat Kintamani, Koramil Kintamani, Kapolsek Kintamani, Kepala Desa di wilayah Batur Geopark, serta undangan lainnya. (LE-BG)







