QRIS Hadir di Pasar Sudha Mertha, Minimalisir Transaksi Uang Palsu

Salah satu pedagang di Pasar Sudha Merta yang sudah memasang QRIS sebagai alat transaksi (Foto: Dok Humas BPD Bali)

Denpasar, LenteraEsai.id – Sebanyak 75 pedagang sudah memasang Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebagai alat transaksi di Pasar Sudha Merta Sidakarya, Denpasar terhitung mulai Sabtu (4/6).

Ketua LPD Desa Adat Sidakarya I Nyoman Punia SKH menyatakan, dari 158 pedangang di Pasar Sudha Mertha sudah ada 75 pedagang yang memasang QRIS sebagai alat transaksi mereka.

Bacaan Lainnya

“Hambatan yang kami hadapi adalah para pedagang yang lanjut usia tidak bisa dengan cepat mengadopsi teknologi ini, bahkan gawai pun mereka tidak memiliki dan jika memiliki mereka juga tidak bisa menggunakan,” ujar Nyoman Punia.

Menghadapi hambatan ini, I Nyoman Punia akan berkolaborasi dengan pihak pengelola pasar untuk melatih pelan-pelan para pedagang agar siapapun bisa melakukan transaksi digital meskipun itu membutuhkan waktu.

Dihubungi di tempat terpisah, Direktur Operasional Bank BPD Bali Ida Bagus Gede Setiya Yasa memberikan apresiasinya atas pencapaian LPD Sidakarya dalam rangka percepatan pemasangan QRIS di Pasar Sudha Mertha ini.

“Melalui QRIS Bank BPD Bali adalah wujud kerja kolaborasi dalam menciptakan ekosistem keuangan digital di Bali,” ujar Gede Setiya.

Lebih lanjut, Gede menjelaskan kerja sama layanan digital LPD ke depan akan memperkuat distribution channel sektor keuangan mikro kecil di wilayah desa adat.

”Sehingga akan memperkuat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali pascapandemi,” ujar Ida Bagus Gede Setia Yasa.

Berdagang di pasar rakyat memberi banyak kesan, terutama dalam pengalaman bertransaksi dengan para pelanggannya. Terutamanya keberadaan pasar yang direvitalisasi oleh Kementerian Perdagangan sejak tahun 2014.

Salah satunya, Ny Nyoman Sudeni (45) yang sudah berjualan di Pasar Sudha Mertha Sidakarya sejak tahun 2003. “Kami pernah menerima pembayaran dengan uang palsu, itupun kami masih beruntung karena yang kami terima bukan uang mainan,” ujar Nyoman.

Senada dengan Nyoman, Ny Wayan Wetri (43) mengungkapkan pengalaman yang sama tentang transaksi uang palsu ini. Pernyataan dua pedagang pasar ini diperkuat oleh Kepala Pasar Sudha Mertha, I Made Sarja SH. bahwa transaksi uang palsu adalah pengalaman umum para pedagang di Pasar Sudha Mertha ini.

“Dengan adanya transaksi digital melalui QRIS ini diharapkan dapat meminimalisir transaksi dengan uang palsu, terutama di Pasar Sudha Mertha ini,” ungkap I Made Sarja. (LE-DP)

Pos terkait