Gianyar, LenteraeEsai.id – Ubud Sanggam Festival akan kembali digelar pada tahun ini, yakni dari tanggal 21 hingga 22 Mei 2022 bertempat di Ubud Raya Resort, Kabupaten Gianyar. Kegiatan yang untuk kedua kalinya ini akan menghadirkan bintang tamu Anjasmara Prasetya yang sharing mengenai ‘Suryanamaskar Yadnya’, serta ‘Dharma Talk’ yang diisi oleh Ida Rsi Putra Manuaba.
Ubud Sanggam Festival merupakan salah satu bentuk dari visi Ubud Raya Resort, yakni memberikan wadah dan mempersatukan serta membuat reuni untuk para yogi dan yoginis (guru yoga-red) yang ada di Bali maupun luar Bali.
Saat ditemui di sela-sela kesibukannya mempersiapkan festival di Ubud Raya Resort, Selasa (17/5), Ketua Panitia Ubud Sanggam Festival, Kartika Dewi mengatakan, kegiatan ini nantinya sekaligus memperkenalkan yoga di Bali yang memiliki ciri khas, yakni dipadukan dengan kearifan lokal sehingga menjadikan yoga di Bali sedikit berbeda.
“Dan kita juga menyebut Ubud Sanggam Festival yang kedua ini adalah pesta rakyat para yogis. Jadi tempat bertemunya para yogi dan yogini, yang belum saling mengenal dan guru-gurunya sendiri, bahkan kita akan memakai banyak guru Indonesia sehingga mereka ke depan siap go international,” ucap Kartika.
Ubud Raya Resort sendiri memiliki banyak program karena misinya adalah mempersatukan para yogi dan yogini.
“Kita tidak membedakan dari komunitas mana, dari aliran mana, dari style yoga apa, tetapi kita di sini bersatu datang, sharing energi positif kita, berkenalan dengan orang baru, mencoba style-style baru yang ada di dalam yoga itu sendiri,” ujarnya seraya menambahkan, Ubud Sanggam Festival yang kedua kalinya ini juga lebih istimewa dari pelaksanaan tahun lalu, karena bertambahnya guru yoga dengan style baru.
Ia mengatakan, seperti inside flow dimasukkan, yoga beat juga akan diajak ikut. “Guru itu sendiri untuk pelaksanaan tahun ini lebih mengerucut, yakni dari segi meditasi sudah ada temanya, seperti yoga tertawa, kan sudah ada yang berkolaborasi, jadi lebih jelas arah tujuannya ke mana,” kata Kartika Dewi.
Sementara itu, Ubud Sanggam Festival mampu menampung sebanyak 200 orang dengan beberapa spot, yakni 2 sala serta satu tempat untuk meditasi.
“Terus untuk tarot dan hypnotherapy itu juga kita sediakan tempatnya tersendiri. Jadi sudah ada spot-spot yang bisa dipilih dari 200 orang tersebut, dan kapasitas yang tersedia menurut kami cukup,” ujarnya.
Ubud Sanggam Festival akan menghadirkan bintang tamu Anjasmara Prasetya yang akan tampil pada hari kedua yakni Minggu tanggal 22 Mei 2022. Anjasmara, yang juga seorang aktor film, akan hadir mengisi ‘Suryanamaskar Yadnya’ dan akan sharing dengan para yogi dan yogini pada Ubud Sanggam Festival.
“Yoga mau tidak mau berkembang terus menjadi persembahan bagi kesehatan yang holistik dan sangat murah karena bisa dilakukan di mana saja hanya dengan bermodal matras. Keinginan yang menjadi disiplin kita sehat lahir dan bathin, sehingga yoga menjadi gaya hidup masa depan,” ucapnya.
Ditemui pada kesempatan yang sama, Ida Rsi Putra Manuaba yang adalah inisiator Ubud Sanggam Festival menjelaskan, sejak 2 tahun ini menjadikan Ubud Sanggam Festival sebagai ajang reuni para yogi dan yogini Indonesia, sehingga ke depannya mampu menjadi tuan rumah bagi yogi dari seluruh dunia dan siap menjadikan Bali sebagai tuan rumah Wellness Tourism dunia.
“Kita punya kelebihan alam dan kultur yang kuat menyatu dalam keseharian yang harmoni pada masyarakat Bali,” kata Ida Rsi Manuaba.
Bersama Eka Savitri dan Made Bagus Tirta, yang juga sebagai inisiator, Ida Rsi Manuaba akan fokus membentuk Tattva Ubud sehingga setiap hari di 3 properti Ubud Raya yang berada di Banjar Sindu Sayan Ubud ini, akan menjadi pilihan para guru melakukan Retreat dan TTC Teacher Training Course.
“Kami sudah siapkan lengkap dengan fasilitas healthy food, juga guru profesional pendamping,” ucap Made Bagus, menambahkan.
Ida Rsi Putra Manuaba yang sempat dianugerahi Padma Shri Award oleh Presiden India itu, berharap para yogi dan yogini Bali ke depan punya kekuatan dan kemampuan untuk mengajar keluar negeri, karena banyak anak muda Bali memiliki kemampuan mengajar.
“Menyambut G20 tahun ini yang kebetulan di Bali, kesempatan bagi kita menunjukkan kekuatan SDM yang berkualitas yang bisa bersama mereka kembangkan. Sebagai contoh, anak shantisena Ashram Gandhi Puri sudah ada di Turkey, Eropa dan Amerika,” kata Ida Rsi Putra Manuba. (LE-GN)







