Karangasem, LenteraEsai.id – Ritual atau rahinan Purnama Kedasa yang jatuh pada Kamis (17/3/2022) sepertinya menjadi berkah bagi para penjual ayam, baik ayam broiler maupun ayam lokal Bali. Di mana ayam tersebut merupakan salah satu sarana upacara saat hendak melakukan persembahyangan ke pura maupun merajan.
I Gusti Ngurah Bagus yang merupakan salah seorang penjual ayam broiler asal Banjar Dinas Jeroan, Desa dan Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem mengatakan, tibanya rahinan atau piodalan Purnama Kedasa kali ini, telah membuat permintaan ayam potong mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan hari-hari biasa sebelumnya.
“Peningkatan jumlah pesanan ayam potong sudah mengalami peningkatan sejak beberapa hari yang lalu, dan puncaknya kemarin, di mana ratusan ekor ayam broiler ludes terjual,” kata Ngurah Bagus ketika ditemui di tempatnya berjualan, Kamis (17/3/2022) siang.
Untuk ayam potong yang paling laku terjual berada di kisaran harga Rp20.000 hingga Rp50.000, tergantung ukuran dan juga kemampuan daya beli warga masyarakat yang berbeda-beda. “Kadang saya juga harus menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Masalahnya, ini untuk yadnya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, meskipun kini terjadi lonjakan pesanan. namun pihaknya tidak terlalu mengambil keuntungan yang cukup tinggi. “Saya tetap mematok harga seperti hari-hari biasanya,” kata Ngurah Bagus.
Hal senada juga dikatakan I Wayan Jung, penduduk Desa Kesimpar, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem yang merupakan penjual ayam kampung atau ayam lokal Bali. Ia menyebutkan bahwa dagangan miliknya belakangan ini laku keras terjual berkenaan dengan tibanya Purnama Kedasa.
“Dalam kurun waktu tiga hari, ada sekitar 300 ekor ayam yang terjual, baik ayam yang telah dipanggang maupun ayam caru. Hal ini sangat saya syukuri karena rahinan menjadi berkah tersendiri,” ucapnya.
Wayan Jung menyebutkan, memang pada saat Purnama Kedasa sebagian besar masyarakat melaksanakan piodalan, jadi sangat berdampak terhadap penjualan ayam, baik yang masih hidup maupun yang sudah dipanggang. (LE-Jun)







