Denpasar, LenteraEsai.id – Wacana tentang pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2024 terus menyeruak, sementara sisa masa jabatan Anies Baswedan sebagai petinggi di Jakarta terus menuai beragam statemen dari berbagai elemen masyarakat.
Seiring dengan itu, belakangan dimunculkan sejumlah tokoh yang dinilai layak untuk ikut bertarung memperebutkan kursi DKI-1. Terlebih, para calon nampaknya semakin bersemangat setelah munculnya polemik di kalangan anggota dewan, yang menyatakan bahwa dalam Pilgub DKI 2024 ada upaya ‘mengganjal incumbent’ untuk tidak ikut serta dalam pertarungan pesta demokrasi di Jakarta mendatang itu.
Sementara tokoh-tokoh yang ingin tampil menjadi Bakal Calon Gubernur (Bacagub) DKI Jakarta periode 2024-2029, terus bermunculan. Mereka tidak hanya dari tokoh politik, namun juga datang dari praktisi hukum dan kebijakan publik, serta yang lainnya.
Salah seorang di antaranya ialah Togar Situmorang. Pria kelahiran Jakarta 18 Agustus 1966 yang tercatat meraih kesuksesan sebagai pengacara kondang, kini turut meramaikan dan menyatakan siap bertarung dalam Pilgub DKI 2024.
Beberapa pengamat menilai, hal tersebut dimungkinkan bagi Togar Situmorang sehubungan advokat kenamaan itu sudah cukup lama dikenal oleh berbagai elemen masyarakat. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menyatakan siap mendukung setelah sejak setahun belakangan ini Togar Situmorang digembar-gemborkan akan maju dalam Pilgub DKI.
Togar Situmorang lahir di Jakarta dari pasangan Lasman Situmorang (Alm) dan Rosma Uli Gultom. Pria yang telah dikaruniai anak Axl Mattew Situmorang, Alexander Situmorang SH dan Adelia Sinta Dewi (angkat) itu, tercatat mengenyam pendidikan di TK Sumbangsih, SD Sumbangsih, SMP 58 dan SMP 139, SMA 54 kemudian berlanjut Universitas Undiknas. Setelah menyelesaikan Pascasarjana Magister Ilmu Hukum di UKI (MH) dan Magister Kebijakan Publik di Undiknas (MAP), Togar kini menjadi kandidat Doktor Ilmu Hukum di Universitas Udayana.
Namun demikian, sejauh ini Togar Situmorang SH MH MAP CMed CLA belum secara tegas menyatakan tentang kendaraan partai politik yang akan ‘ditumpanginya’ untuk maju menjadi Bacagub DKI. Belum jelas, apakah melalui kendaraan Parpol atau melalui jalur independen. Tetapi bagi berbagai elemen masyarakat, tidak terpengaruh dari jalur mana yang akan ditempuh bagi seorang Bacagub DKI yang akan ikut Pilgub.
Dalam wawancara khusus melalui daring pada Rabu (24/11), Togar Situmorang SH MH MAP CMed CLA membenarkan bahwa dirinya telah siap bertarung untuk memperebutkan kursi DKI-1 pada Pilgug 2024 mendatang. Seiring dengan itu, beberapa kalangan telah mencuatkan namanya sebagai salah satu kandidat Calon Gubernur DKI Jakarta periode 2024-2029.
Togar Situmorang menjelaskan, DKI Jakarta sebagai ibu kota negara, sesungguhnya sangat membutuhkan orang yang punya pengalaman dalam bidang hukum. Hal ini dikarenakan banyak sekali penyimpangan dari penggunaan dan pengelolaan sumber dana. Ini sangat ironis, sehingga mengurangi pendapatan.
Adapun Program Besar yang akan direncanakan sebagai Bakal Calon Gubernur DKI, Togar menjelaskan, antara lain fokus dalam: 1) Meningkatkan APBD DKI mencapai Rp 125 triliun. 2) Memberantas Mafia Tanah mafia pajak dan retribusi. 3) Menata Tata Ruang DKI yang amburadul, khususnya masalah lingkungan hidup, kemacetan araus lalu lintas dan banjir. 4) Menyeleksi Aparatur yang bersih dan berwibawa. 5) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis kebutuhan hidup di kota megapolitan. 6) Menerbitkan Obligasi Provinsi DKI Jakarta untuk transparansi anggaran pembiayaan proyek. 7) Melanjutkan program Joko Widodo dan Ahok saat mereka memimpin Jakarta.
Dengan tujuh program tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi DKI Jakarta. “Memang Jakarta memerlukan orang-orang cerdas yang berkompeten di bidangnya untuk menjalankan roda pemerintahan, dan Togar Situmorang-lah orangnya,” ucapnya, penuh semangat.
“Besar harapan saya bisa mengikuti kontestasi pemilihan Gubernur DKI Jakarta, dan tentu dengan harapan dapat memenangkannya,” ujar Togar Situmorang, yang kerap dijuluki sebagai ‘Sang Panglima Hukum’. (LE-DP)







