Karangasem, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Karangasem menyerahkan dana punia sebesar Rp 1,5 juta kepada 286 Ida Sulinggih. Punia tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Karangasem I Gede Dana secara simbolis melalui acara Paruman Sulinggih Pemkab Karangasem tahun 2021 yang berlangsung di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Jumat (5/11/2021).
Dalam kesempatan itu, Bupati Dana menyampaikan bahwa punia tersebut telah sesuai dengan SK Bupati Karangasem No 294/HK/2021. Dan dalam perjuangannya untuk membangun Karangasem, Bupati Dana tidak ingin hanya membangun fisik saja, namun juga membangun di berbagai bidang, seperti agama dan mental spiritual masyarakat agar nemu kerahayuan jagat.
“Punia ini adalah simbol rasa saling memiliki dan perhatian pemerintah daerah kepada Ida Sulinggih sareng sami. Semoga berkenan untuk diterima,” ucap Bupati Dana.
Bupati Dana juga mengingatkan bahwa pemerintah juga telah berjuang mengusahakan langkah sekala niskala agar masyarakat tetap sehat dan terhindar dari pandemi Covid-19. Peran para Sulinggih juga dianggap penting dalam mensosialisasikan protokol kesehatan (Prokes) kepada masyarakat utamanya saat menggelar berbagai bentuk upacara keagamaan.
“Saya harap dan mohonkan agar Ida Sulinggih tidak bosan dan lelah dalam menuntun umat agar tidak bingung mencari kebenaran isi sastra agama yang sesuai dengan kehidupan kita saat ini,” kata Bupati Dana.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Karangasem, I Wayan Witrawan mengatakan, tujuan digelarnya Paruman Sulinggih tahun ini adalah untuk memfasilitasi keinginan para Sulinggih dalam pelaksanaan Upacara Agama Pamilayu Bhumi dan Nangluk Merana saat ditimpa bencana pandemi Covid-19.
“Menindaklanjuti hasil kesepakatan tentang Yadnya Pamilayu Bhumi dan Nangluk Merana yang dilaksanakan oleh peserta rapat yang akan disampaikan kepada semua umat, kemudian bisa dijadikan pedoman oleh umat saat melaksanakan karya atau yadnya. Serta meningkatkan pelaksanaan intisari sastra, Agama dan Sradha Bhakti yang menjadi sarana menuju kerahayuan alam semesta,” kata Wayan Witrawan. (LE-Jun)







