Status Gunung Agung Kembali Normal, Tapi Pendaki yang Datang Masih Minim

Karangasem, LenteraEsai.id – Gunung Agung yang bercokol di Bali bagian timur tepatnya di Kabupaten Karangasem yang sebelumnya sempat menyandang Status Waspada, Siaga bahkan Awas, kini sudah kembali dinyatakan normal.

Seiring dengan itu, dan juga dikaitkan dengan status PPKM di Bali yang turun dari level-4 ke level-3, pemerintah setempat telah membuka kembali Gunung Agung sebagai lokasi pendakian.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, jumlah pendaki yang biasanya begitu ramai menapakkan kaki di bagian lereng hingga puncak gunung setinggi 3.143 meter DPL itu, kini belum banyak yang tampak, demikian pewarta LenteraEsai (LE) melaporkan dari bagian kaki Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Jumat (24/9) siang.

Dibukanya kembali jalur pendakian ke puncak Gunung Agung tersebut,  sangat disambut gembira oleh para pemandu wisatawan yang biasa mengais rezeki di kawasan yang sampai saat ini masih cukup sakral tersebut.

Seperti yang diutarakan oleh Ketua Forum Pemandu Wisata Gunung Agung I Ketut Mudiada, yang mengaku sangat antusias dan menyambut gembira terkait status Gunung Agung yang kini sudah kembali normal.

“Kami para pemandu pendakian di Gunung Agung sangat menyambut gembira dengan status normal gunung ini, sehingga jalur pendakian bisa dibuka kembali untuk para wisatawan,” katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, sejak pendakian mulai dibuka beberapa pekan lalu, hingga kini belum banyak pelancong yang datang. “Hingga kini pendaki yang datang ke Gunung Agung masih sangat minim, hanya beberapa orang saja setiap harinya,” ujar Mudiada.

Ia menyebutkan, masih minimnya pendaki yang adang diduga masih ada kaitannya dengan situasi pandemi Covid-19 yang masih terus mewabah, sehingga mereka masih enggan melakukan giat pelancongan.

Terhadap pendaki yang datang dalam jumlah yang tidak banyak, Mudiada tetap mengimbau agar mereka dapat mematuhi protokol kesehatan, termasuk juga mengikuti aturan serta menghidari larangan yang ada ketika mendaki Gunung Agung.

“Saya tekankan untuk para pendaki yang ingin melakukan pendakian di Gunung Agung agar mematuhi peraturan dan juga larangan yang ada. Untuk lebih nyaman dan aman saat melakukan pendakian, sebaiknya dipandu oleh orang yang sudah profesional di bidangnya,” ujar Mudiada dengan menambahkan, dengan menyertakan orang profisional, akan lebih cepat mendapat menanganan bila terjadi sesuatu saat melakukan pendakian. 

Mudiada juga mengatakan bahwa selama ini yang dilakukan oleh para pemandu wisata Gunung Agung adalah menjaga kesehatan, keamanan dan menambah wawasan bagi para pendaki tentang kepemanduan pendakian gunung. Dengan harapan, mereka ke depannya bisa menjadi pemandu pendakian gunung yang baik, lebih profesional dan sukses tentunya.

“Besar harapan saya supaya ada bantuan dari pemerintah untuk memfasilitasi pelatihan bagi para pemandu di kaki Gunung Agung, sehingga kemampuan para guide ada peningkatan, dan ke depannya bisa bergabung menjadi pemandu wisata gunung yang kompeten,” kata Mudiada yang juga sebagai Ketua DPP APGI (Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia) Provinsi Bali.  (LE-Jun) 

Pos terkait