Amlapura, LenteraEsai.id – Terkait adanya pengumuman bertuliskan larangan bermain skateboard di areal Taman Kota yang terletak di Jalan Veteran Amlapura, dikeluhkan oleh sejumlah penggemar skateboar yang tergabung dalam Komunitas Extreme Kabupaten Karangasem, Bali.
“Kami sedikit mengeluh dengan tulisan larangan tersebut, meskipun kami mengakui lahan yang kini kami pakai untuk bermain skateboard bukan bagian dari skatepark,” kata Ketua Komunitas Extreme Karangasem I Kadek Meirayuda saat dikonfirmasi di Amlapura, Senin (8/3).
Meirayuda mengungkapkan alasan pihaknya menggunakan areal Taman Kota sebagai arena bermain skateboard belakangan ini, karena skatepark yang ada di samping taman tersebut kini dalam kondisi rusak.
“Fasilitas skatepark yang tersedia di dekat Taman Kota yang selama ini kami pergunakan untuk bermain, kondisinya kini benar-benar tidak bisa dimanfaatkan, sehingga kami harus memilih untuk bermain di Taman Kota,” ucapnya.
Padahal, lanjut Meirayuda, skatepark tersebut baru dibangun kurang lebih setahun yang lalu. “Mini ramp-nya itu dibuat tahun 2018, sedangkan skateparknya dibuat tahun 2019 oleh pemerintah,” kata Meirayuda, menjelaskan.
Namun demikian, kata dia, keberadaan mini ramp dan skatepark itu kini sudah tidak layak lagi dipakai bermain. Selain karena rusak, juga tidak sesuai dengan standar yang ada. Padahal, saat proses pembangunan, para skateboarder sempat memberikan masukan kepada tukang yang membuatnya, namun malah dijawab bahwa mereka telah berpengalaman dalam membuat skatepark di Jakarta.
“Dari flooring atau lantainya terlihat sedikit kurang bagus. Waktu itu baru jadi, tapi belum sempat kami pakai flooring sudah retak-retak. Sehari setelah peresmian, kami pakai sudah langsung pecah,” ucap Meirayuda sambil geleng-geleng kepala.
Dengan kondisi tersebut, ia dan beberapa temannya sempat melakukan perbaikan di tahun 2020 dengan menggunakan dana swadaya dari masing-masing anggota komonitas.
“Hanya saja, setelah dilakukan perbaikan, berselang satu minggu kondisinya kembali hancur, bahkan dari pemerintah juga sempat memperbaiki, juga sama hanya bertahan satu pekan saja. Aneh..?,” kata Meirayuda, seraya mempertanyakan.
Lantaran tidak adanya lahan untuk bermain, ia dan beberapa temannya terpaksa menggunakan areal Taman Kota untuk bermain skateboard hingga saat ini. Namun beberapa hari belakangan, malah ada tulisan yang ditempel yang berbunyi larangan menggunakan lahan tersebut untuk aktivitas skateboard.
Meirayuda mewakili teman-teman skateboarder Karangasem berharap kepada pemerintah agar ada perbaikan fasilitas yang tersedia, supaya para skateboarder di Karangasem bisa berkembang dan bisa melahirkan atlet-atlet skateboard seperti yang diharapkan daerah.
Hingga saat ini, jumlah anggota skateboarder yang tergabung di Komunitas Extreme Karangasem mencapai 50 orang, tersebar di beberapa kecamatan.
“Kami berharap kepada pemerintah, ada perhatian kepada kami di tengah antusiasnya para peminat olahraga skateboard di Karangasem dewasa ini,” ujar Meirayuda, mengharapkan. (LE-Jun)







