Badung, LenteraEsai.id – Meskipun hari libur, namun Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 tetap semangat melaksanakan operasi dengan tugas turun ke wilayah yang dinyatakan masuk ke dalam zona merah di Kabupaten Badung, Bali.
Mereka yang turun pada Minggu (7/3) siang itu, melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pengendara dan masyarakat di sejumlah daerah agar selalu patuh terhadap disiplin pelaksanaan protokol kesehatan (prokes).
Lokasi yang disasar Tim Pemburu Pelanggar Prokes tersebut antara lain wilayah Canggu, Abianbase Dalung dan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Dari lokasi itu petugas menjaring dan memberikan sanksi berupa teguran tertulis kepada 3 WNA dan 3 WNI. Bahkan seorang WNA yang lain, sempat diberi sanksi denda administrasi.
Wadir Binmas Polda Bali AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni SIK mengatakan, kegiatan yustisi yang disebut Ops Aman Nusa Agung II yang dilaksakan dari tanggal 1-7 Maret 2021, tim 1 telah melakukan kegiatan sebanyak 1.386 imbauan, teguran lisan 53 orang, teguran tertulis 7 orang, sanksi denda 8 orang, dan tunda pelayanan administrasi sebanyak 4 orang.
“Tim 1 ini adalah gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP, sehingga diharapkan kegiatan ini mampu menurunkan sebaran Covid-19, dan kegiatan ini akan terus berlangsung sesuai dengan agenda perencanaan yang disiapkan dari Biro Operasi,” kata AKBP Sri Yudayatni, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim 1 Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19.
Terkait dengan lokasi atau sasaran daerah yang menjadi target operasi, AKBP Sri Yudayatni menjelaskan bahwa penentuan daerah yang didatangi Tim Pemburu Pelanggar Prokes mengacu pada data sebaran kasus yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19. Di mana titik peningkatan sebaran Covid-19 terjadi peningkatan, maka tim pemburu protokol kesehatan akan terus bekerja, bersinergi dengan instansi terkait dalam menegakkan protokol kesehatan
“Saya berharap pandemi ini segera berakhir, kemudian ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mentaati protokol kesehatan agar sebaran Covid-19 secepatnya turun dan Bali menjadi hijau. Kemudian dengan Bali menjadi hijau, pariwisata Bali akan dibuka secara nasional, selanjutnya ekonomi Bali bangkit, dan kondisi Bali tentu akan pulih normal kembali,” katanya, menandaskan. (LE-BD)







