Denpasar, LenteraEsai.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya tentang konsep pengembangan pariwisata Bali kepada Pemerintah Provinsi Bali.
Penegasan inipun menjawab kecurigaan publik yang sebelumnya menduga bahwa kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno ke Denpasar pada Senin (28/12) adalah untuk melancarkan agenda pengembangan destinasi wisata halal di Bali.
“Seperti disampaikan Pak Gubernur, di Bali pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Selesai pembicaraan, kita semua sepakat dengan hal itu,” ujarnya dalam kunjungan di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar.
“Jadi kita serahkan semuanya ke Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, bersama Pak Kadis dan stakeholder di sini yang akan menentukan, kita akan mendukung saja dan siap mensupport. Jadi soal wacana wisata halal di Bali sudah selesai,” katanya, menandaskan.
Terpilihnya mantan calon Wakil Presiden pasangan Prabowo Subianto pada Pilpres (Pemilihan Presiden) lalu sebagai Menparekraf ini, sejak awal memang memunculkan wacana pro kontra mengenai niatnya penerapkan wisata halal di Bali.
Media sosial kembali ramai membicarakan kemungkinan Menparekraf melanjutkan wacananya saat Pilpres lalu itu. Publik pun menduga-duga, kedatangan pertamanya ke Bali pascadilantik hari Rabu (23/20) lalu, merupakan bagian dari upaya itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Bali Putu Astawa menegaskan branding Bali adalah pariwisata budaya mengusung kearifan lokal Tri Hita Karana dengan nilai-nilainya Sad Kerthi.
“Kita ramah dengan wisatawan dari manapun. Hasil survei 65% wisatawan ke Bali tertarik dengan wisata budaya. Masalah ramah, dengan wisatawan manapun kita harus siap,” tegasnya saat turut hadir di Gedung Dharma Negara Alaya.
Terkait kunjungan wisatawan, Putu Astawa menerangkan per tanggal 17 Desember 2020 tercatat sebanyak 250 ribu wisatawan ke Bali. Wisatawan timur tengah yang notabene beragama mayoritas Islam tercatat sebanyak 5%.
“Kita mencatat, baik melalui dari darat, laut, maupun udara kurang lebih 250-an ribu. Wisatawan timur tengah yang datang ke Bali kurang dari 5 %. Puncaknya tanggal 24 Desember kemarin, mencapai 10 ribu per hari, di hari-hari biasa 7 ribu, 8 ribuan kunjungan,” ujarnya. (LE-DP1)







