Menteri Fachrul Razi Sanggupi Permintaan Gubernur Koster Untuk Revisi Buku Pelajaran Agama Hindu Memuat Ajaran Sampradaya

Denpasar, LenteraEsai.id – Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan revisi terhadap buku-buku pelajaran Agama Hindu bagi siswa yang sebelumnya memuat tentang ajaran Sampradaya.

“Revisi buku, sudah dilakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini buku pelajaran Agama Hindu sudah tuntas,” katanya di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster, di sela-sela acara peresmian Univeristas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, di Jalan Ratna Tonja, Denpasar Utara, Minggu (20/12).

Bacaan Lainnya

Tampak hadir pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu Dr Tri Handoko Seto dan Rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana MSi.

Pernyataan tegas Menteri Agama Fachrul Razi tersebut disampaikan setelah sebelumnya mendengar pernyataan dari Gubernur Bali Wayan Koster yang memohon kepada Menteri Agama agar merevisi buku-buku pelajaran Agama Hindu yang berisi ajaran terkait Sampradaya, karena tidak sesuai dengan praktik keagamaan dengan budaya Indonesia.

Sebelumnya, masalah Sampradaya di Pulau Dewata juga sempat menjadi perhatian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, dengan dikeluarkannya Keputusan Bersama PHDI dan MDA Provinsi Bali Nomor: 106/PHDI-Bali/XII/2020, Nomor : 07/SK/MDA-Prov Bali/XII/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Pengembanan Ajaran Sampradaya Non-Dresta Bali di Bali.

Atas putusan tersebut, Gubernur Koster beberapa hari yang lalu juga mengeluarkan pendapatnya dengan memberikan nada sangat menghormati dan mendukung terbitnya Keputusan Bersama tersebut guna mewujudkan tatanan kehidupan Krama Hindu di Bali yang rukun, damai, dan tertib yang telah terbangun dan mengakar selama berabad-abad berdasarkan adat-istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali.

Sedangkan Menteri Agama Fachrul Razi di akhir sambutannya juga mengajak seluruh umat beragama untuk saling menghormati, memiliki sikap toleransi, dan saling bergotong royong untuk kebaikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.  (LE-DP1)

Pos terkait