Mengenaskan, Tiga Bocah Terpaksa Makan Sabun karena Kelaparan

Andika (4), bocah pemakan sabun

Tapanuli Selatan, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sumatera Utara menyatakan akan menjamin kesehatan Andika (4), bocah pemakan sabun karena mengalami kelaparan.

Selain itu, Pemkab Tapsel juga akan menjamin fasilitas pendidikan bagi dua orang saudara kandung Andika yang kini masih sekolah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Parulian Nasution menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan dinas terkait, yakni Dinas Kesehatan dan Pendidikan untuk memenuhi semua kebutuhan dan fasilitas Andika dan dua saudaranya.

“Andika dan kedua saudaranya tidak boleh putus sekolah 12 tahun,” katanya kepada wartawan didampingi Kabag Humas Tapsel Isnut Siregar, baru-baru ini.

Pemkab Tapsel juga sudah menginstruksikan Dinas Sosial Tapsel untuk secepatnya mengkaji kebutuhan hidup selama mereka berstatus anak. “Mereka juga akan menjadi prioritas untuk penerima seluruh program pemerintah,” ucap Parulian, menandaskan.

Sebelumnya diberitakan ada tiga kakak beradik Andika (4), Juliana (7) dan Novri (9) yang hidup di keluarga kurang mampu.

Andika bersama Novri diketahui biasa makan sabun setiap hari sehabis mencuci pakaian atau perabotan rumah tangga guna menahan rasa lapar saat berada di sungai.

Kasus ini terungkap ketika anak paling bungsu menderita sakit selama 2 minggu akibat reaksi sabun yang dimakannya, yang diduga berlebihan.

Ketiga anak tersebut selama ini tinggal di rumah neneknya Soriani Batubara (80) yang tubuhnya sudah membungkuk dimakan usia. Sementara ayah dari ketiga anak itu diketahui hanya sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap.

Ironisnya, keluarga yang tergolong sangat miskin itu, tidak masuk dalam daftar keluarga penerima manfaat atau PKH, bahkan bantuan siswa miskin untuk Juliandi (7) dan Novri (9) yang duduk di bangku sekolah dasar kelas 1 dan 3 pun, tidak mereka terima.

Ketika dihubungi, Kepala Dinas Sosial Tapsel Nurdin Pane mengatakan bahwa pihaknya akan memperbaiki daftar penerima bantuan manfaat dan PKH se-Kabupaten Tapanuli Selatan, termasuk akan berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Kami akan koordinasi dengan dinas terkait untuk memanggil kembali para kepada desa dan lurah guna pemutakhiran data guna secepatnya dilaporkan ke Kementerian Sosial,” ujar Nurdin, menjelaskan. (LE-TS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *