AGP Tanam Pohon Upakara dan Buah-buahan di Lereng Gunung Lempuyang

Amlapura, LenteraEsai.id – Sedikitnya 200 bibit pohon untuk kepentingan upakara dan buah-buahan, ditanam pihak organisasi yang menamakan diri Ambassador Gema Perdamaian (AGP) di bagian lereng Gunung Lempuyang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Pohon yang ditanam dan disebar di sekitar Pura Lempuyang itu mendapat dukungan penuh dan bantuan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Provinsi Bali, kata Gusti Ayu Istri Sumadiasih, koordinator kegiatan penghijauan tersebut, kepada pers di Amlapura, Senin (23/11).

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan, wujud upaya damai yang sesungguhnya adalah bergerak menginisiasi dengan gerakan nyata, sebagaimana yang dilakukan oleh Ambassador Gema Perdamaian (AGP) dalam menjalankan program kerjanya.

Salah satu program kerja AGP tersebut adalah menjaga keseimbangan alam dan memberikan edukasi dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai yang dapat merusak ekosistem lingkungan, ucapnya.

Wanita yang akrab dipanggil Gek Istri itu menambahkan, damai tidak hanya dilakukan antarsesama manusia namun penting juga menjaga perdamaian dengan alam semesta. Hal ini sesuai dengan konsep Tri Hita Karana dalam menjaga keharmonisan hidup agar senantiasa selalu berada dalam kedamaian.

“Kami memilih kawasan Pura Lempuyang yang berlokasi di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, sebagai objek kegiatan menanam pohon keperluan upakara dan buah-buahan, sekaligus giat bersih-bersih sampah plastik di bagian lereng Gunung Lempuyang itu,” ujarnya.

Dengan menanam bibit buah-buahan yang dilakukan pada hari Minggu (22/11) lalu, senantiata dapat menanggulangi tanah longsor. “Selain itu kami juga berharap dapat memenuhi kebutuhan atau ketersediakan pakan bagi habitat kera di masa mendatang,” katanya, menjelaskan.

Kawasan Pura Lempuyang sangat disucikan oleh penduduk sekitar dan juga oleh umat Hindu di Bali. Di samping itu, kawasan ini juga dijadikan destinasi pariwisata sehingga sangat penting untuk mengedukasi masyarakat dapat mengurangi penggunaan sampah plastik. “Dan kalau toh terpaksa harus menggunakan plastik, sampahnya harus dibuang di tong sampah yang sudah disediakan,” kata Gek Istri sembari menambahkan, tema dari kegiatan ini yaitu ‘Tanamkan Kesadaran Generasi Muda Peduli Lingkungan’.

Pada kesempatan itu, Bendesa Adat Purwayu Jro Wayan Jati menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan mulia dari semeton AGP.  Ia berharap semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, yang sesuai dengan visi misi pemeritah dan krama Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Acara berlangsung pada hari Minggu mulai pukul 08:30 sampai 15:00 Wita, mendapat didukung penuh dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Provinsi Bali yang memberi sumbangan bibit sebanyak 200 pohon upakara dan buah-buahan.

“Meskipun di tengah pandemi, kami tetap menerapkan protokol kesehatan CHSE pada saat pelaksanaan kegiatan. Beberapa organisasi turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, di antaranya komunitas Gema Perdamaian, Sekaa Teruna Teruni Purwa Yowana, kelompok Pemandu Wisata Badra Karma, Jegeg Bagus Karangasem, komunitas Bersih-bersih Bali dan Komunitas Trash Hero Indonesia. Kegiatan ini juga dihadiri Bendesa Adat Purwayu sebagai perwakilan masyarakat setempat,” ujar Gek Istri, menuturkan.  (LE-KA)

Pos terkait