Buleleng, LenteraEsai.id – SMP Negeri 2 Singaraja terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan prestasi akademik dan nonakademik, pembentukan karakter peserta didik, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berwawasan lingkungan.
Kepala SMP Negeri 2 Singaraja, I Gede Someada, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (15/7), mengatakan seluruh program sekolah disusun mengacu pada visi sekolah, yakni mewujudkan lulusan yang berprestasi, berbudi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan.
“Kami selalu berpatokan pada visi sekolah, yaitu menciptakan lulusan yang berprestasi, berbudi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan. Dari visi itulah seluruh program sekolah kami susun bersama untuk mendukung perkembangan peserta didik secara utuh,” ujarnya.
Untuk mendukung pencapaian visi tersebut, sekolah mengoptimalkan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Pada pembelajaran intrakurikuler, SMP Negeri 2 Singaraja menerapkan pendekatan deep learning sesuai kebijakan pemerintah dengan model pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran, materi, serta kebutuhan peserta didik.
Di bidang ekstrakurikuler, sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui pembinaan intensif dari para guru. Berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik dipersiapkan sebagai wadah untuk mencetak siswa berprestasi di berbagai ajang perlombaan.
“Ekstrakurikuler kami laksanakan berdasarkan minat dan bakat siswa. Melalui pembinaan guru, kami mempersiapkan mereka mengikuti berbagai lomba sehingga mampu menunjukkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” tambahnya.
Prestasi sekolah pun terus menunjukkan hasil membanggakan. Dalam bidang akademik, SMP Negeri 2 Singaraja berhasil meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar selama dua tahun berturut-turut sehingga piala bergilir resmi menjadi milik sekolah. Sementara pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar), siswa-siswi yang mewakili Kabupaten Buleleng berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu.
Selain prestasi, sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan kokurikuler. Pendidikan karakter diarahkan untuk menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama.
Sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, SMP Negeri 2 Singaraja juga terus membangun budaya cinta lingkungan dengan mengajak seluruh warga sekolah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan belajar.
“Kami tidak hanya mendidik kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar memiliki perilaku yang baik serta mencintai lingkungan. Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar,” jelasnya.
Dalam upaya menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan, pihak sekolah telah menyusun berbagai mekanisme pencegahan dan penanganan bullying. Siswa didorong untuk melapor kepada guru BK, wali kelas, maupun guru lainnya apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan perundungan.
“Kami telah menyiapkan program penanganan bullying melalui pendampingan guru BK, wali kelas, kesiswaan, hingga melibatkan orang tua melalui komunikasi, pemanggilan, maupun kunjungan ke rumah. Dengan kolaborasi antara sekolah dan keluarga, kami berharap kasus bullying dapat terus ditekan,” tegasnya.
Melalui berbagai program tersebut, SMP Negeri 2 Singaraja optimistis mampu mencetak generasi yang unggul dalam prestasi, berkarakter kuat, peduli lingkungan, serta siap menghadapi tantangan di masa depan. (LE-VJ)







