Denpasar, LenteraEsai.id – Empat kurator yang merupakan tokoh seni dan budaya Bali telah merampungkan rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 dengan mengambil tema utama Atma Kerthi.
“Sudah rampung, hari ini tadi kami rapat terakhir tentang jadwal sudah pasti, nanti awal Mei kami umumkan, untuk pembukaan 13 Juni,” kata Kurator PKB 2026 Prof. I Gede Arya Sugiartha di Denpasar, Rabu.
Arya menjelaskan dengan tema Atma Kerthi, maka seluruh seniman yang akan tampil maupun berlomba akan menceritakan kisah atau aktivitas berkaitan dengan tema penyucian dan pemuliaan jiwa atau atman.
Terdapat 10 jenis kegiatan selama Pesta Kesenian Bali yaitu pawai (peed aya), pagelaran seni (rekasadana), parade (utsawa), lomba (wimbakara), pameran kerajinan, lokakarya, sarasehan, pemberian penghargaan seni, Bali World Culture Celebration atau penampilan dari luar negeri, dan Jantra Tradisi Bali.
“Jadi bagaimana jiwa kita biar paripurna, itu bisa dibangun lewat garapan-garapan karya seni, digunakan sebagai landasan sehingga secara bobot dan isi karya bercerita tentang bagaimana kita mengajak masyarakat menyucikan jiwa biar bisa mencapai kedudukan yang baik,” ujarnya.
Sebagai contoh kisah Lubdaka, seorang pemburu yang diampuni dosa-dosanya oleh Dewa Siwa karena tak sengaja melakukan pemujaan dengan tapa brata saat malam Siwalatri, kemudian kisah Jaratkaru dimana seorang Rsi terpaksa menikah demi menyelamatkan leluhurnya dari neraka.
“Dan di sesi sarasehan pun kita bertemakan Atma Kerthi, maka salah satu topiknya nanti tentang bunuh diri, itu akan dibedah karena memang banyak sekali sekarang anak-anak Bali itu bunuh diri, kan marak ya, lewat seminar nanti akan dibahas apa penyebabnya,” sambung mantan Kepala Dinas Kebudayaan Bali itu.
Tokoh seniman musik tradisional Bali itu menyampaikan, sejauh ini bersama tiga kurator lainnya yaitu Prof I Wayan Dibia, Prof I Made Bandem, dan Prof I Gede Nala Antara tak mengalami kesulitan dalam menyampaikan tema ini ke para seniman.
Tema Atma Kerthi justru dinilai fleksibel, ada banyak kisah dan karya sastra Bali yang berkaitan dengan tema tersebut, mulai dari kisah yang penuh petuah, lucu, hingga romantis.
Pemahaman baik dari sanggar-sanggar seni juga sudah terlihat saat proses kurasi, sehingga saat ini kurator sudah mengantongi sekitar 20 ribu nama penampil selama sebulan Pesta Kesenian Bali ke-48 tahun ini.
Prof Arya mengatakan justru yang menjadi tantangan adalah memastikan seluruh pengunjung PKB 2026 dapat menyaksikan acara tanpa berebut tempat.
Sebab, salah satu undian penampilan Parade Gong Kebyar menunjukkan duta Kabupaten Badung dan Gianyar akan bertemu satu panggung, sehingga berpotensi membludaknya penonton.
Kemudian karena banyaknya seniman muda yaitu anak-anak yang akan pentas dan lomba, maka perlu memastikan anak-anak menjalankan kesenian tanpa paksaan. (LE)
Source: ANTARA







