Turunkan Stunting, Pemkab Buleleng Canangkan Gerakan Intervensi Gizi Spesifik

Sekda Gede Suyasa saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (13/6). (Foto: Pemkab Buleleng)

Buleleng, LenteraEsai.id – Akselerasi pencapaian target penurunan stunting dan bentuk komitmen yang kuat dapat memastikan pendampingan, pendataan, monitoring, dan evaluasi dalam percepatan penurunan stunting di masyarakat.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah mencanangkan gerakan intervensi gizi spesifik serta pelaksanaan Kick Off Intervensi serentak pencegahan stunting, kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting, di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (13/6/2024).

Bacaan Lainnya

Sekda Suyasa menyampaikan, adanya surat edaran Kementerian Dalam Negeri terkait dengan pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting di daerah Nomor 400.5.3/3161/Bang tanggal 13 Mei 2024, diharapkan Kabupaten Buleleng mendukung pelaksanaan kegiatan 10 Intervensi Serentak Pencegahan Stunting.

“Dengan koordinasi yang baik berbagai pihak terkait dan menunjukkan komitmen bersama, saya yakin percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng dapat tercapai sesuai dengan harapan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dr Sucipto mengakui sudah meningkatkan koordinasi, advokasi, komitmen lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting serta meningkatkan kerja sama berbagi peran dan tanggung jawab stakeholder terkait.

Kadis Sucipto menjelaskan, pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting ini mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran, melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan cakupan kunjungan sasaran ke posyandu.

“Kami sudah menyiapkan dalam pelaksanaan kegiatan intervensi serentak, yakni menindak lanjuti surat dari Kementerian Dalam Negeri ke puskesmas, pendataan jumlah sasaran yang ada di wilayah kerja puskesmas, posyandu sudah memiliki alat antropometriter standar, kader posyandu sudah tersosialisasi terkait penggunaan alat antropometri, penginputan hasil pengukuran dan penimbangan kedalam system aplikasie PPGBM dari 719 posyandu yang ada di Kabupaten Buleleng,” ujar Sucipto.

Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait