Berdayakan Petani Lokal dan Perempuan di Buleleng, Sambal Mamone Tembus Pasar Luar Negeri

Ni Luh Mahendri Dinastuti, owner Sambal Mamone saat diundang ke Podcast Bincang Komunikasi, Selasa (4/6). (Foto: Diskominfosanti Buleleng)

Buleleng, LenteraEsai.id – Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara, memiliki banyak potensi untuk menggeliatkan perekonomian daerah, di antaranya adalah keberadaan UMKM yang begitu banyak dan variatif untuk menunjang dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Ni Luh Mahendri Dinastuti yang akrab disapa Mamo, salah seorang penekun UMKM di sektor kuliner, diketahui cukup berhasil mengembangan produk yang disebut Sambal Mamone. Untuk berbagi pengalaman, Mamo diundang pada acara Podcast Bincang Komunikasi di Singaraja, Selasa (4/6/2024).

Bacaan Lainnya

Berawal dari keberadaan hasil pertanian yang melimpah di Buleleng,  Mamo mengaku mencoba memproduksi sambal Nusantara dengan bermodalkan awal Rp300.000 saja. Bahan baku produk olahan Sambal Mamone 100 persen diambil dari para petani lokal Buleleng, begitu pula dengan tenaga produksi dan pemasaran adalah para perempuan Buleleng.

Selain memberdayakan petani Buleleng dan para perempuan di Buleleng sebagai sumber daya pendukung produksi Sambal Mamone, Mamo bersama Fakultas Pertanian Universitas Udayana, juga rutin melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga bagaimana memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam bahan yang digunakan untuk membuat Sambal Mamone.

Saat ini keberadaan Sambal Mamone sudah diakui hingga ke luar Pulau Dewata, bahkan dikirim hingga ke luar negeri terutama untuk warga Bali yang tinggal di negeri orang, yang merindukan sambal khas Bali.

Mamo sendiri membangun dan memperkuat promosi penjualan melalui online, selain secara offline di kedai Sambal Mamone yang beralamat di Jalan Ngurah Rai Singaraja, Kabupaten Buleleng.

“Semoga keberadaan Sambal Mamone ini, bisa semakin berkembang sehingga mampu menyerap lebih banyak bahan baku dari para petani lokal Buleleng, serta lebih membuka lapangan pekerjaan baru khususnya untuk perempuan di Bali bagian utara,” ujar Mahendri Dinastuti, mengharapkan.

Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait